Bencana Alam, Sebanyak 1,9 Juta Jiwa Menderita dan Mengungsi
DARILAUT.ID | 20/05/2022 19:30
Bencana Alam, Sebanyak 1,9 Juta Jiwa Menderita dan Mengungsi
Peserta mendayung perahu karet mengamati titik longsor di Ruas Sungai Ciliwung, Depok, Jawa Barat, Jumat 23 Oktober 2020. Kegiatan tersebut sebagai pelatihan penanggulangan bencana longsor dan banjir di ruas Sungai Ciliwung. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Darilaut – Sejak 1 Januari hingga 18 Mei tahun 2022, lebih dari 1,9 juta jiwa yang menderita dan mengungsi karena bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Bencana alam ini juga berdampak pada korban meninggal dunia 87 jiwa, 11 hilang dan 625 mengalami luka-luka.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga 18 Mei total yang menderita dan mengungsi sebanyak 1.924.302 jiwa. Total jumlah bencana 1.552 kejadian.

Kejadian banjir dan cuaca ekstrem yang paling banyak di Indonesia. Bencana banjir 605 kejadian, cuaca ekstrem 570, tanah longsor 285.

Kemudian, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 73, gempabumi 10, serta gelombang pasang dan abrasi 8.

Total bangunan rumah yang mengalami kerusakan hingga 18 Mei sebanyak 23.118. Rumah yang mengalami rusak berat 3.845, rusak sedang 4.489 dan rusak ringan 14.874.

Fasilitas pendidikan yang rusak 378, tempat peribadatan 165 dan fasilitas kesehatan 64. Jembatan yang rusak sebanyak 85 dan kantor 67.

Sebaran paling banyak kejadian bencana alam di Provinsi Jawa Barat 391, Jawa Tengah 255 dan Jawa Timur 218.

Kemudian Aceh 67 kejadian, Sulawesi Selatan 49, Riau 46, Sumatera Utara 41, Sumatera Selatan 40, dan Kepulauan Bangka Belitung 39.

Sebaran paling sedikit kejadian bencana alam hingga 18 Mei di Kepulauan Riau 1, Jambi 2, Papua 5, Papua Barat 5, DKI Jakarta 6, Maluku 6, dan Sulawesi Barat 6.

 

darilaut.id


BERITA TERKAIT