KM Sirimau Kandas di Pulau Ipet
DARILAUT.ID | 20/05/2022 10:45
KM Sirimau Kandas di Pulau Ipet

Darilaut – Kapal KM Sirimau kandas di perairan Pulau Ipet, perairan Lewoleba, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (17/5). Tidak ada korban jiwa dalam insiden kandasnya KM Sirimau tersebut.

Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Lewoleba Ditjen Perhubungan Laut – Kementerian Perhubungan, menerjunkan quick response team (QRT) untuk mengevakuasi penumpang kapal KM Sirimau.

Adapun PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) mengerahkan KM Sabuk Nusantara 108 untuk membantu proses evakuasi penumpang kandasnya kapal KM Sirimau yang dijadwalkan tiba di Lewoleba pada Kamis (19/5) pada pukul 18.00 Wita.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt Mugen S. Sartoto mengatakan kapal KM Sirimau yang dioperasikan PT Pelni kandas di ujung timur Pulau Ipet, dalam perjalanan dari Pelabuhan Lewoleba menuju Pelabuhan Maumere, dengan membawa penumpang sebanyak 784 orang.

Jarak antara lokasi kandasnya kapal tersebut dengan Pelabuhan Lewoleba 8,9 NM atau +/- 16,56 km atau +/- 1 jam.

“Melalui UPP Lewoleba dan PT Pelni serta Basarnas Lewoleba telah bergerak cepat melakukan penanganan kandas sesuai prosedur Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) Kapal dan tidak ditemukan adanya kebocoran kapal,” kata Capt Mugen.

Seluruh penumpang kapal KM Sirimau dipastikan dalam kondisi selamat dan upaya lepas kandas kapal KM Sirimau telah dilakukan pada saat kondisi pasang tertinggi yaitu hari Rabu, 18 Mei 2022, pukul 01.00 sd. 02.00 Wita. Kondisi pasang tertinggi kedua terjadi pada hari yang sama, Rabu, 18 Mei 2022, pukul 12.00 sd. 13.00 WITA namun belum membuahkan hasil.

Mugen mengatakan upaya olah gerak agar lepas kandas belum membuahkan hasil, kami segera meminta PT Pelni melakukan evakuasi penumpang yang masih di atas kapal dan membawa ke pelabuhan terdekat (Lewoleba) untuk diangkut dengan kapal Pelni lainnya.

Dengan jaminan akomodasi dan makanan selama masa tunggu dan meneruskan perjalanan hingga ke tempat tujuan, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pelni.

Kepala Kesekretariatan PT Pelni Opik Taupik menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi atas kejadian ini.

“Saat ini kami sedang terus berupaya agar KM Sirimau dapat lepas kandas. Upaya awal kami dengan memperbantukan KM Gandha Nusantara 14 pada Rabu (18/5) saat pasang tertinggi belum berhasil melepaskan kandasnya KM Sirimau,” katanya.

KM Sabuk Nusantara 108 juga membantu proses evakuasi penumpang KM Sirimau menuju pelabuhan selanjutnya dengan berkoordinasi kepada sejumlah pihak kepelabuhanan. Selanjutnya 784 penumpang KM Sirimau akan melanjutkan perjalanan dengan KM Sabuk Nusantara 108.

Untuk sementara waktu, KM Sabuk Nusantara 108 akan melayani rute KM Sirimau hingga kapal berhasil dikeluarkan dari posisi kandas dan siap dioperasikan kembali. Adapun rute KM Sabuk Nusantara 108 yang diperbantukan untuk mengevakuasi penumpang KM Sirimau yaitu
Kupang-Lewoleba-Maumere-Mananga-Lewoleba-Balauring-Balanusa-Kalabahi.

“Kepada penumpang yang terdampak akibat kandasnya KM Sirimau, kami memperhatikan keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan seluruh penumpang selama masa tunggu evakuasi. Seluruh penumpang pun dalam keadaan sehat dan selamat,” kata Opik.

KM Sirimau merupakan salah satu kapal Pelni yang memiliki kapasitas 1000 pax dengan rute Kupang-Lewoleba-Maumere-Baubau-Wanci-Namrole-Ambon-Sorong-Manokwari-Sorong-Ambin-Wanci-Baubau-Maumere-Lewoleba-Kupang.

 

darilaut.id


BERITA TERKAIT