Banjir Melanda Sejumlah Wilayah di Indonesia
DARILAUT.ID | 29/11/2021 11:29
Banjir Melanda Sejumlah Wilayah di Indonesia
Ilustrasi banjir. ANTARA/Iggoy el Fitra

Darilaut – Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam sepekan terakhir seperti di Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung.

Di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air Sungai Kendo meluap sehingga menyebabkan 248 rumah warga terendam banjir, pada Sabtu (27/11).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima melaporkan delapan kelurahan pada empat kecamatan terdampak banjir, antara lain Kelurahan Kendo, Ntobo dan Penaraga di Kecamatan Raba; Kelurahan Nungga di Kecamatan Rasanae Timur; Kelurahan Jatibaru Barat dan Melayu di Kecamatan Asakota serta; Kelurahan Na’e dan Sarae di Kecamatan Rasanae Barat.

Banjir dengan tinggi muka air 10 sampai 40 sentimeter juga merendam satu hektar lahan pertanian. BPBD setempat bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, aparat desa dan warga setempat telah melakukan peninjauan langsung di wilayah terdampak serta melakukan monitoring paska kejadian.

Banjir yang melanda Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Kawarang, Jawa Barat, berangsur surut. Kondisi ini terpantau BPBD pada Sabtu (27/11).

BPBD Kabupaten Karawang menginformasikan banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur sehingga debit air Sungai Cikaranggelam meluap. Banjir dengan tinggi muka air sekitar 50 cm berlangsung pada Jumat petang (26/11), pukul 18.30 WIB. Tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian ini.

Banjir menyebabkan satu rumah warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, hanyut. Peristiwa yang berlangsung pada Sabtu (27/11), pukul 14.00 WIB, tidak mengakibatkan terjadinya korban jiwa.

Banjir ini menyisakan material lumpur di pemukiman dan lingkungan desa terdampak yaitu Desa Mekarwangi, Sukawening dan Mekarurip. Sebanyak 29 KK atau 100 jiwa mengungsi sementara ke rumah kerabat.

BPBD mencatat rumah hanyut 1 unit, rusak sedang 1 unit, rusak ringan 21 unit. Selain berdampak di sektor pemukiman, banjir juga merendam aset warga dan fasilitas umum. Beberapa fasiltias umum terendam yaitu fasilitas ibadah 1 unit, fasilitas pendidikan 1 unit, fasilitas kesehatan 1 unit dan jembatan rusak 2 unit.

Banjir dengan tinggi muka air 150 cm saat terjadi mengganggu gardu listrik hingga dilakukan pemadaman. Aset warga terdampak berupa 60 kolam tambak dan lahan perkebunan atau sawah.

Empat kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terdampak banjir dengan tinggi muka air 10 hingga 90 cm. Sebanyak 300 unit rumah terendam genangan dan tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi pada Kamis (25/11). Curah hujan menyebabkan debit Sungai Cikeruh meluap, yang terpantau pada pukul 19.00 waktu setempat.

BPBD Kabupaten Bandung melaporkan enam wilayah administrasi setingkat desa atau kelurahan terdampak banjir yang tersebar di empat kecamatan wilayah kabupaten Bandung. Adapun lokasinya meliputi Desa Cileunyi Wetan di Kecamatan Cileunyi, Desa Bojongsoang, Desa Tegalluar di Kecamatan Bojongsoang, Kelurahan Andir di Kecamatan Baleendah dan Desa Dayeuhkolot, Desa Citeureup di Kecamatan Dayeuhkolot.

Merujuk data yang dikeluarkan oleh Pusdalops BNPB pada Jumat (26/11) melaporkan sebanyak 1.198 Jiwa terdampak banjir dan 47 Jiwa mengungsi dengan rincian, sebanyak 25 jiwa mengungsi di shelter PMI Kecamatan Dayeuhkolot, 11 Jiwa di Kantor BPBD Kabupaten Bandung, Kecamatan Baleendah, dan 11 Jiwa di Mushola Al-Hidayah Kecamatan Cileunyi.

Banjir melanda lima kecamatan di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Kamis (25/11). Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi dari 10 cm hingga 140 cm dan menyebabkan sebanyak 673 Kepala Keluarga (KK) atau 1.195 jiwa terdampak.

Banjir yang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Pati dan meluapnya Sungai Sentul tersebut kepung setidaknya 10 Desa di 5 Kecamatan di wilayah administrasi Kabupaten Pati.

Lokasi terdampak antara lain Kecamatan Puncakwangi yakni di Desa Sokopuluhan, Desa Tanjungsekar, Desa Plosorejo dan Desa Tegalwiro. Kemudian Kecamatan Tambakromo tepatnya Desa Sinomwidodo, Desa Angkatan Kidul, dan Desa Tambakromo. Selanjutnya Desa Gunungpati di Kecamatan Winong, Desa Gabus di Kecamatan Gabus dan Desa Kayen di Kecamatan Kayen.

BPBD Kabupaten Pati juga melaporkan sebanyak 540 unit rumah warga terdampak dan akses jalan di beberapa titik tergenang air. Hingga saat ini belum ada laporan terkait masyarakat yang mengungsi akibat bencana ini.

BPBD Kabupaten Tegal melaporkan kejadian banjir yang terjadi diwilayahnya. Banjir ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi serta meluapnya sungai Cacaban, Sungai Rambut, Sungai Kemiri, Sungai Pekijing dan Sungai Siwarak pada Senin (22/11).

Sebanyak 12.518 jiwa terdampak atas kejadian ini, dari jumlah tersebut terdapat 25 KK terpaksa mengungsi di Masjid Baitutaqwa di Kelurahan Dampyak.

Banjir ini melanda lima kecamatan di wilayah Kabupaten Tegal. Adapun lokasinya meliputi Desa Tembok Banjaran di Kecamatan Adiwerna, Desa Pecabean di Kecamatan Pangkah, Desa Sidakaton, Desa Kupu di Kecamatan Dukuhturi, Desa Sidaharja di Kecamatan Suradadi.
Kemudian Desa Maribaya, Desa Kemuning, Desa Plumbungan, Kelurahan Dampyak di Kecamatan Kramat, Desa Banjaragung, Desa Sukareja di Kecamatan Warureja.

BPBD Kabupaten Tegal juga melaporkan sedikitnya 1.564 unit rumah terdampak dengan ketinggian muka air berkisar antara 30 – 150 sentimeter. BPBD Kabupaten Tegal bersama tim gabungan berhasil mengevakuasi 2 balita usia sekitar dua minggu berserta ibunya, dan langsung dibawa ke rumah kerabat terdekat yang tidak terdampak banjir.

Sebanyak sepuluh kelurahan di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, terendam banjir, pada Sabtu (20/11). Laporan banjir terjadi akibat meluapnya hulu Sungai Asahan, Sungai Bandar Jaksa, dan Sungai Bandar Jepang. Banjir tersebut terjadi setelah hujan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut.

BPBD Kota Tanjungbalai melaporkan sebanyak 50 unit rumah warga terdampak dengan ketinggian muka air saat kejadian berkisar antara 10 – 20 sentimeter.

Adapun sepuluh kelurahan tersebut adalah Kelurahan Pulau Simardan, Kelurahan Bunga Tanjung, Kelurahan Semula Jadi, Kelurahan Selat Lancang, Kelurahan Selat Tanjung Medan di Kecamatan Datuk Bandar Timur.

Selanjutnya di Kelurahan Sijambi, Kelurahan Pahang, Kelurahan Gading, Kelurahan Pantai Johor, dan Kelurahan Sirantau di Kecamatan Datuk Bandar.

Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kejadian ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kota Pangkal Pinang pada Selasa (23/11). Kejadian ini melanda Kelurahan Tua Tunu di Kecamatan Gerungung dan menyebabkan 72 unit rumah di lokasi tersebut terdampak.

BPBD Kota Pangkal Pinang melaporkan genangan air di sejumlah lokasi masih belum surut. Pantauan visual, ketinggian air berkisar antara 40 – 70 sentimeter.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau untuk seluruh perangkat daerah setempat dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Potensi fenomena La Nina yang telah dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih dapat terjadi hingga Februari 2022.

darilaut.id


BERITA TERKAIT