Sudah 3 Pekan Banjir Merendam Sanggau
DARILAUT.ID | 20/11/2021 08:22
Sudah 3 Pekan Banjir Merendam Sanggau
Sejumlah Prajurit Korps Marinir TNI AL Pasmar 1 Jakarta menggunakan perahu karet di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu, 16 Januari 2021. Sebanyak 77 personil dari Prajurit Korps Marinir TNI AL Pasmar 1 Jakarta membawa 28 perahu karet serta perlengkapan lainnya melaksanakan misi kemanusian untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Darilaut – Banjir masih melanda sejumlah lokasi di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Banjir ini terjadi sejak Senin (25/10).

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau Senin (15/11) sejumlah wilayah administratif di Kabupaten Sanggau masih tergenang banjir. Adapun wilayah yang masih tergenang antara lain Kecamatan Kapuas, Kecamatan Mukok, Kecamatan Tayan Hilir, Kecamatan Toba dan Kecamatan Meliau. Sedangkan untuk Kecamatan Jangkang saat ini banjir sudah surut dan tidak ada lagi rumah warga yang tergenang.

Sebanyak 10.520 unit rumah warga terdampak dengan ketinggian muka air saat ini terpantau berkisar 10 – 50 sentimeter. Sementara itu, dilaporkan juga terdapat 468 KK mengungsi dengan rincian sebagai berikut di Kecamatan Kapuas terdapat 405 KK, Kecamatan Mukok 41 KK, dan Kecamatan Toba 22 KK.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Sanggau dibantu elemen masyarakat, dan pemerintah setempat memberikan penanganan berupa suplai logistik, serta melakukan evakuasi pada korban terdampak.

Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, BPBD melaporkan banjir berangsur surut, Kamis (18/11). Banjir merendam 8 kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan sejak Senin (15/11) yang dipicu luapan beberapa sungai di wilayah tersebut.

Setidaknya 2.528 KK atau 6.908 jiwa terdampak. 505 warga di antaranya sempat mengungsi ke rumah kerabat.

Selain korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerugian materil berupa ± 2.470 unit rumah terdampak, 44 unit fasdik terdampak, ±223.8 Ha lahan terendam, 4 jembatan rusak berat, 2 titik jalan tertutup longsor, dan 1 titik jalan rusak.

Banjir melanda lima desa di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumaetra Utara, Rabu (17/11). Desa yang terdampak banjir yaitu Desa Pekan Kemis, Aras Panjang, Bantan, Tegal Sari dan Kelurahan Pekan Dolok Masihul.

Di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur banjir menyebabkan satu jalan penghubung desa terputus. Jalan ini menghubungkan antar desa yakni Desa Lamawolo dan Desa Jontrona. Kedua desa tersebut yang terletak di Kecamatan Ile Ape Timur juga dilaporkan terdampak kejadian ini. 

Sungai Batang Hari Leko yang berada di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, meluap hingga menyebabkan banjir di permukiman warga pada Selasa (16/11). Adapun permukiman warga yang terdampak adalah Desa Petaling, Kecamatan Lais.

Angin kencang kembali menerjang pemukiman warga di Sinjai, Sulawesi Selatan. Dilaporkan sebanyak 15 rumah mengalami rusak dengan rincian 8 rumah mengalami rusak berat, 3 rumah rusak sedang dan 4 rumah rusak ringan.

darilaut.id


BERITA TERKAIT