Perdagangan Satwa Liar Kejahatan Transnasional Libatkan Aktor Lintas Negara
DARILAUT.ID | 10/09/2020 16:01
Perdagangan Satwa Liar Kejahatan Transnasional Libatkan Aktor Lintas Negara

Darilaut – Tim operasi gabungan di Sulawesi Utara berhasil mengamankan sebanyak 16 ekor satwa liar yang dilindungi dan beredar secara ilegal di masyarakat.

Tim ini terdiri dari Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), BKSDA Sulawesi Utara dan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polda Sulawesi Utara

Dalam siaran pers, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Ditjen Gakkum KLHK, Sustyo Iriyono, mengatakan, hasil operasi di Sulawesi Utara menunjukkan komitmen dan konsistensi KLHK untuk menyelamatkan kekayaan hayati Indonesia.

Pos Terkait

“Kami tidak akan berhenti mengejar para pemburu dan pedagang ilegal satwa dilindungi. Perdagangan satwa liar dilindungi ini termasuk kejahatan transnasional yang melibatkan aktor lintas negara,” kata Sustyo, Selasa (8/9).

Upaya penertiban peredaran tumbuhan dan satwa dilindungi intensif dilakukan terutama pada wilayah-wilayah yang tingkat kejahatan hidupan liar (wildlife crime) cukup tinggi. KLHK menaruh atensi terhadap sumber daya alam dan kelestarian satwa untuk generasi mendatang.

“Selain itu, ketiadaan satwa tertentu di alam dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan akan menimbulkan permasalahan ekologis lainnya,” ujar Sustyo.

Tim gabungan menjalankan operasi dengan pendekatan persuasif dengan memberikan penjelasan kepada pemilik bahwasanya satwa yang mereka miliki itu termasuk satwa yang dilindungi, dan petugas akan mengamankannya.

BKSDA Sulawesi Utara sedang mempelajari jaringan-jaringan perdagangan satwa liar antarpulau dan ke luar negeri.

“Kami akan terus bekerja sama dengan Ditjen Gakkum, aparat penegakan hukum, juga melakukan sosialisasi dan pencegahan,” kata Kepala BKSDA Sulawesi Utara, Noel Layuk Allo, Selasa (8/9).

Sebelumnya, pada Sabtu (5/9) tim melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan 16 ekor satwa liar dilindungi. Tim saat masih melanjutkan penyisiran wilayah lain yang potensial terdapat perdagangan satwa liar sesuai dengan data intelejen KLHK.

Operasi hari pertama dimulai di Pasar Manado, dilanjutkan ke Pelabuhan Manado dan wilayah yang sudah dideteksi banyak tumbuhan dan satwa dilindungi yang beredar secara ilegal.

Tim mengamankan satwa dilindungi antar lain 3 ekor kakatua jambul putih (Cacatua alba), 2 ekor kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea). Kemudian, 3 ekor nuri bayan (Eclectus roratus), 2 ekor nuri ternate (Lorius garrulus).

Selain itu, 1 ekor kasturi kepala hitam (Lorius lory), 1 ekor tiong nias (Gracula robusta), 2 ekor nuri kalung ungu (Eos squamata), serta 2 ekor monyet yaki (Macaca nigra).

Tim menitipkan satwa liar sitaan di kandang transit BKSDA Sulawesi Utara. Selanjutnya satwa liar tersebut akan dititipkan di Pusat Penyelamatan Satwa Yayasan Tasikoki di Bitung, untuk direhabilitasi.*

DARILAUT.ID


BERITA TERKAIT