Rombongan Paus Pilot Terdampar di Pantai Lie Jaka NTT, Sebagian Besar Tewas
DARILAUT.ID | 03/08/2020 15:45
Rombongan Paus Pilot Terdampar di Pantai Lie Jaka NTT, Sebagian Besar Tewas

Darilaut – Rombongan paus pemandu sirip pendek atau paus pilot ditemukan terdampar di Pantai Lie Jaka, Kelurahan Ledeunu, Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (30/7). Paus pilot yang terdampar ini berukuran 2,5 hingga 6 meter.

Dalam siaran pers PPID-KLHK, terdamparnya paus pilot ini dilaporkan Rowy Kaka Mone pada Kamis (30/7) pukul 16.00 WITA.

Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) turun ke lapangan menindaklanjuti laporan tersebut dan berkoordinasi dengan Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang.

Pos Terkait

Lokasi paus pilot yang terdampar tersebut berada di bawah pengelolaan BKKPN Kupang. Lokasi terdampar berada pada koordinat S 10009’52.68’’, E 123034’10.35’’.

Kepala BBKSDA NTT Timbul Batubara mengatakan, hasil penelusuran bersama dan juga pengecekan di lapangan diketahui total ada 11 ekor paus pilot yang terdampar.

Menurut Timbul, kondisi saat ditemukan 10 ekor dalam keadaan mati dan 1 ekor hidup dapat diselamatkan dengan cara didorong kembali ke laut. Rata-rata panjang paus berkisar 2,5 – 6 meter, dengan lingkar badan diperkirakan lebar 0,9 – 1,2 meter.

“Dalam kasus paus terdampar ini, selain koordinasi dengan instansi terkait, BBKSDA NTT juga menugaskan Kepala Bidang Teknis untuk mengumpulkan informasi dan langkah-langkah terpadu dalam penanganan satwa mamalia laut tersebut bersama instansi terkait dan masyarakat setempat,” ujar Timbul.

Paus pemandu sirip pendek (Short-finned pilot whale) ini dilindungi menurut UU 5 Tahun 1990, PP Nomor 7 Tahun 1999, dan PermenLHK No. 106 tahun 2018. Nama ilmiah paus pemandu sirip pendek ini Globicephala macrorhynchus.

Saat ditemukan kondisi paus pilot tersebut sudah dalam keadaan lemas dan sebagian paus pilot dalam kondisi mati.

Penyebab kematian paus masih belum dapat dipastikan dan diperlukan kajian yang lebih mendalam dan komprehensif tentang kepastian penyebab kematian masal satwa paus tersebut.

Hasil koordinasi dengan BKKPN Kupang dan Camat Raijua (Titus Duri) yang berada di TKP, karena kendala kesulitan alat berat, terhadap paus pilot yang sudah mati penguburan dilaksanakan secara manual di Pantai Lie Jaka. Penguburan didahului dengan upacara adat pada Jumat (31/7).

Perairan laut Sawu merupakan jalur migrasi paus dan setiap tahun pada periode yang sama sering terjadi peristiwa terdamparnya mamalia laut terutama paus.

Pada Kamis 10 Oktober 2019, pukul 14.00 terdapat 17 individu paus pilot terdampar di pantai Desa Meniak Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua, NTT.

Proses evakuasi dilakukan Dinas Perikanan Kabupaten Sabu Raijua, Kelompok Konservasi Karang, nelayan dan warga desa Maniak.

Pukul 16.30 Wita, proses evakuasi berhasil menyelamatkan 10 ekor paus pilot. Namun 7 paus pilot lainnya, tidak dapat diselamatkan karena keterbatasan sarana dan kondisi perairan yang lagi surut terendah.

Paus pilot yang mengalami kematian ini berada terlalu lama di udara terbuka hingga air surut. Diduga penyebab kematian ini lantaran dehidrasi. Di bagian tubuh mengalami luka lecet diduga akibat benturan pada batu karang saat dilakukan evakuasi.

Dari 7 ekor paus pilot yang mati, 1 ekor dipotong dan diambil dagingnya oleh warga setempat. Petugas Kepolisian Sektor Sabu memberikan pemahaman dan pengamanan 6 ekor bangkai paus pilot. 6 ekor paus pilot ini diamankan untuk dilakukan proses penguburan di sekitar lokasi tersebut.

Tanggal 11 Oktober 2019, tim BKKPN Kupang bersama BBKSDA Kupang tiba di lokasi dan melakukan koordinasi dengan Pemda melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Sabu Raijua.*

DARILAUT.ID


BERITA TERKAIT