Ingrid Kirim Surat Terbuka ke Presiden Jokowi, Suami Bekerja di Kapal Cina Tak Diketahui Keberadaannya
DARILAUT.ID | 03/08/2020 14:15
Ingrid Kirim Surat Terbuka ke Presiden Jokowi, Suami Bekerja di Kapal Cina Tak Diketahui Keberadaannya

Darilaut – Ingrid Frederica, seorang istri anak buah kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal perikanan China membuat surat terbuka kepada Presiden Jokowi.

Dalam surat tersebut, Ingrid menyampaikan suaminya Samfand Fauzi, yang bekerja sebagai awak kapal perikanan di Kapal China Fu Yuan Yu tak diketahui lagi keberadaannya.

Ingrid menulis surat tersebut tertanggal 30 Juli 2020. Tulisan tangan ini kemudian diperoleh Fisher Center.

Pos Terkait

Ingrid menyampaikan setelah suaminya 1 tahun bekerja di kapal ikan tersebut, ingin pulang. Di kapal itu, Fauzi mengeluh mulai dari makanan yang tidak layak, obat-obatan yang tidak memadai, jam kerja yang panjang. Sangat minim waktu untuk istirahat.

Namun Fauzi tidak diijinkan untuk pulang. Kontrak kerja di kapal tersebut hingga April 2020. “Seharusnya April ini suami saya sudah pulang Pak. Namun hingga surat ini saya tulis, saya tidak mengetahui keberadaan dan keadaan yang pasti tentang suami saya,” tulis Inggrid.

Informasi yang diterima Ingrid, suami dan rekan-rekannya telah dipindahkan ke kapal Han Rong pada Juni 2020.

Seorang ABK ada yang masuk rumah sakit di Sri Lanka, kemudian menyampaikan ada rekan-rekannya yang lain sakit dan meninggal. Bahkan ada 2 jenazah di kapal Han Rong 368 di larung di samudera Hindia.

Sejak bulan Mei 2020, Ingrid telah meminta bantuan ke PWNI dan BNP2MI, bahkan menghubungi KBRI. Namun, tidak ada hasilnya.

Melalui surat tersebut Ingrid mengharapkan Presiden dapat membantu mencari Fauzi bersama ABK Indonesia lainnya.

Surat Ingrid diperoleh Fisher Centre, platform bersama sebagai tempat untuk mendapatkan informasi dan edukasi tentang hak-hak pekerja dan perlindungan bagi awak kapal perikanan, nelayan buruh dan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan.

Pada Kamis (30/7) Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi meminta Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dapat melakukan investigasi menyeluruh atas kasus-kasus yang menimpa anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) di kapal ikan berbendera Tiongkok.

Hal ini disampaikan Menlu Retno saat pertemuan bilateral secara virtual dengan Menteri Luar Negeri RRT (State Councilor), Wang Yi. Secara khusus, Menlu RI mengangkat kasus ABK WNI yang bekerja di kapal perikanan RRT.*

DARILAUT.ID


BERITA TERKAIT