Selama Pandemi Covid-19: Hasilkan 129 Miliar Sampah Masker dan 65 Miliar Sarung Tangan Sekali Pakai
DARILAUT.ID | 21/07/2020 14:41
Selama Pandemi Covid-19: Hasilkan 129 Miliar Sampah Masker dan 65 Miliar Sarung Tangan Sekali Pakai

Darilaut – Semenjak kasus wabah virus corona melanda dunia pada awal tahun 2020, masker menjadi alat pelindung diri yang banyak dipakai oleh masyarakat dunia. Karena tingginya permintaan, dilaporkan media terjadi kelangkaan masker produksi pabrik di pasaran. Namun kondisi kelangkaan tersebut tidak berlangsung lama.

Di Indonesia misalnya. Kelangkaan masker memberikan peluang bisnis baru bagi kaum perempuan. Mereka dengan kreatif memproduksi masker rumahan dengan beragam model & motif serta harga terjangkau. Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) & di rumah aja (stay at home), expose masker-masker rumahan marak di media sosial (medsos).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam siaran pers Senin. 6/7/2020 menyebutkan, pemakaian masker dengan baik dan benar dapat menekan peluang penularan Covid-19 hingga lebih dari 50 persen.

Oleh sebab itu, berdasarkan SOP atau protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah, masyarakat diwajibkan memakai masker terutama di ruang publik selama pandemi Covid-19.

Sayangnya efektivitas pemakai masker itu, mulai berdampak buruk terhadap lingkungan. Sejak pandemi Covid-19 dimulai, setiap bulan manusia menghasilkan 129 miliar sampah masker dan 65 miliar sarung tangan sekali pakai, sebagian besar tidak dibuang dengan benar dan berakhir di laut, kata lembaga Ocean Conservacy.

Pada video berdurasi 2:28 yang diposting BBC News di Youtube memperlihatkan sampah-sampah masker dan sarung tangan itu mencemari laut di sejumlah negara seperti Turki & Inggris.

Doug Cress, wakil presiden bidang konservasi Ocean Conservacy menyebut dunia telah mengalami krisis sampah plastik di laut sebelum pandemi, dan kini hal tersebut diperparah dengan sampah medis sekali pakai yang berakhir di laut.

Sampah plastik ditemukan hampir 11 kilometer di bawah laut DI Palung Mariana, Samudera Pasifik..

“Masker dan sarung tangan yang Anda buang begitu saja karena hari itu Anda merasa sudah aman bisa menjadi benda yang membunuh ikan paus,” ujar Cress.

Kini dibutuhkan kesadaran bersama. Mulai hari ini “SAMPAH masker jangan buang disembarang tempat.” Sehingga kita telah berkonrtribusi pada dua hal sekaligus yaitu: “memperkecil penularan virus corona & mencegah lingkungan laut tercemar.”

Untuk masker satu kali pakai, segera buang ke tempat sampah tertutup atau kantong plastik. Masker kain, masukkan ke dalam kantong kertas atau kantong kain, atau menggunakan kantong plastik.*

Riswan Lapagu, Direktur RISLAW institute, mantan Wakil Ketua Internal Dewan Pengurus YLBHI tahun 2002-2005.

DARILAUT.ID


BERITA TERKAIT