Daftar Kawasan Konservasi Mulai Dibuka pada Masa New Normal Pandemi Coviud-19
DARILAUT.ID | 01/07/2020 17:01
Daftar Kawasan Konservasi Mulai Dibuka pada Masa New Normal Pandemi Coviud-19

Darilaut – Sejumlah tempat di kawasan konservasi mulai dapat dikunjungi untuk kegiatan wisata, seperti di Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA) dan Suaka Margasatwa (SM).

Berikut ini kawasan konservasi untuk kunjungan wisata alam secara terbatas di berbagai daerah di Indonesia.

TN Kepulauan 1000, TN Gunung Halimun Salak, TN Gunung Gede Pangrango, TN Gunung Ciremai, TN Gunung Merbabu, TN Gunung Merapi dan TN Bromo Tengger Semeru. TN Alas Purwo, TN Meru Betiri, TN Bali Barat, TN Kutai, TN Tambora, TN Gunung Rinjani dan TN Manupeu Tandaru.

Pos Terkait

Selanjutnya, TN Laiwangi Wanggameti, TN Kelimutu, TN Kepulauan Komodo, TWA Angke Kapuk, TWA Gunung Papandayan, TWA Cimanggu, TWA Kawah Gunung Tangkuban Perahu.

TWA Guci, TWA Telogo Warno/Pengilon, TWA Grojogan Sewu, TWA Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup, TWA Pulau Sangalaki, TWA Lejja, TWA Manipo dan TWA Riung 17 Pulau.

Pembukaan kembali wisata alam secara terbatas ini disesuaikan dengan waktu yang telah disusun masing-masing pengelola TN/TWA/SM.

Tahap pertama dimulai pertengahan Juni sampai pertengahan Juli 2020. Pelaksanaan pembukaan harus secara teknis mengikuti perkembangan dinamika Covid-19.

Pengelola 29 TN/TWA/SM yang telah diperbolehkan menerima kunjungan wisata alam tersebut telah menyusun protokol kunjungan sesuai Protokol Covid-19. Protokol tersebut di antaranya memuat pembatasan jumlah pengunjung yaitu hanya 10-30 persen dari daya dukung daya tampung atau dari rerata pengunjung tahun lalu.

Kemudian, secara bertahap dapat ditingkatkan sampai maksimal 50 persen sesuai hasil evaluasi. Tujuan evaluasi untuk keputusan melanjutkan membuka kunjungan, atau menutup kembali apabila terjadi kasus penularan.

Rincian protokol secara lengkap disesuaikan kondisi masing-masing TN/TWA/SM (site specific) memuat arahan-arahan sebagaimana yang ada dalam protokol Covid-19. Seperti jaga jarak, penggunaan masker dan hand sanitizer, pemeriksaan suhu tubuh, surat sehat, asuransi dan untuk sementara khusus pendakian hanya diperbolehkan untuk kegiatan 1 hari atau one-day trip.

Untuk menjamin penerapan protokol Covid-19 dan protokol kunjungan (yang baru) di TN/TWA/SM, pengelola terus melakukan simulasi, uji coba, pelatihan serta sosialisasi pembukaan kunjungan.

Semua petugas TN/TWA, dan semua pihak terkait (kepolisian, TNI, aparat desa dan kecamatan) memahami dan mengetahui protokol kunjungan yang sudah ditetapkan.

Untuk itu, sanksi dapat diberikan kepada pengunjung atau siapa pun yang tidak mematuhi protokol tersebut dalam bentuk melarang yang bersangkutan untuk masuk ke TN/TWA/SM atau bentuk-bentuk sanksi sosial lainnya (menyemai bibit, menanam pohon, membersihkan kawasan, mengumpulkan sampah, posting promosi di medsos, dan lain-lain).

Penetapan pembukaan kawasan wisata atau reaktivasi TN/TWA/SM tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri LHK No. SK.261/MENLHK/KSDAE/KSA.0/6/2020 tanggal 23 Juni 2020 tentang Kebijakan Reaktivasi Secara Bertahap Di Kawasan Taman Nasional, Taman Wisata Alam, dan Suaka Margasatwa dalam kondisi Transisi Akhir COVID-19 (New Normal).*

DARILAUT.ID


BERITA TERKAIT