Langgar Kesepakatan, Perusahaan Lakukan Pemanenan Sawit
BORNEONEWS.CO.ID | 19/11/2021 07:29
Langgar Kesepakatan, Perusahaan Lakukan Pemanenan Sawit
Pemerintah Mukomuko Persoalkan Penjualan Limbah Sawit

BORNEONEWS, Sampit - Perkebunan kelapa sawit PT Wana Yasa Kahuripan Indonesia (Makin Grup) melanggar kesepakatan dengan pemilik izin IUPHKm Koperasi Cempaga Perkasa.

Sejak disepakati lahan itu status quo atau kedua belah pihak tidak boleh lakukan aktivitas, perusahaan melakukan pemanenan sejak Kamis, 18 November 2021 di areal lahan 700 hektare tersebut

Penanggung jawab IUPHKm Koperasi Cempaga Perkasa Suparman mengaku kecewa dengan pihak perusahaan yang melanggar hasil mediasi yang mereka lakukan di Polres Kotim pekan lalu.

"Kami minta pihak kepolisian memproses permasalahan ini, kami yang pegang izin saja taat dan patuh dengan hasil mediasi itu," tegasnya

Bahkan Suparman meminta Polres Kotim untuk segera memasang police line di areal itu, apalagi pihak perusahaan bekerja secara ilegal selama ini. "Kita minta agar samasama taat dengan hasil mediasi, ini perusahaan yang melanggar," tukasnya.

Sementara itu Assisten kebun Sabar Nego saat memantau pemanenan mengaku mengetahui kalau antara perusahaan dengan pemilik IUPHKm sudah ada kesepakatan.

 

Dalam kesepakatan itu dilakukan status quo, dan dilakukan proses hukum oleh penyidik kepolisian Polres Kotim.

Namun dirinya beralasan mereka hanya menjalankan perintah atasan saja sehingga pemanenan dilakukan di areal tersebut. "Kami ini hanya menjalankan perintah atasan kami saja," tegasnya.

Sementara itu kata Sabar pemanen dilakukan sejak Kamis pagi. Pemanenan sejak Kamis sore sudah dilakukan di 6 blok atau seluas sekitar 180 hektare. 

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT