Jembatan Jamutan Desa Tamiang Diperbaiki Swakelola dengan Dana Hasil Kebun
BORNEONEWS.CO.ID | 30/09/2021 16:40
Jembatan Jamutan Desa Tamiang Diperbaiki Swakelola dengan Dana Hasil Kebun
Ilustrasi pembangunan jembatan. dok.TEMPO

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Tim Pengelola Kebun Desa (TPKD) Tamiang, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau ambil bagian dalam pembangunan fasilitas umum di desanya. 

Terbaru, TPKD bentukan Pemerintah Desa Tamiang itu baru saja merampungkan perbaikan Jembatan Jamutan secara swakelola dengan anggaran sebesar Rp50 juta yang bersumber dari hasil pengelolaan kebun desa kelapa sawit.

Rampungnya perbaikan ditandai dengan penyerahan hasil pekerjaan jembatan oleh Ketua TPKD Tamiang Edi Manto kepada kades Tamiang, Darong. Penyerahan juga disaksikan langsung oleh Bupati Lamandau Hendra Lesmana saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Tamiang, Rabu 29 September 2021.

Jembatan Jamutan di pintu masuk perkampungan dengan panjang sekitar 15 meter lebih itu merupakan akses utama keluar-masuk desa. Semula, jembatan berbahan kayu itu hampir ambruk. Kayunya lapuk termakan usia, ditambah curah hujan tinggi beberapa pekan terakhir menyebabkan kondisi tanah di sekitar jembatan kian tergerus.

Ketua TPKD Tamiang Edi Manto menjelaskan, perbaikan jembatan yang dilakukan berawal dari kekhawatiran atas kondisi jembatan yang kian pemprihatinkan. TPKD lantas berinisiatif untuk berunding dengan pemdes untuk mengambil langkah rehabilitasi. Langkah itu diambil demi menghindari adanya kemungkinan terburuk seperti kecelakaan atau bahkan jembatan terputus.

"Jembatan ini merupakan akses utama, bus sekolah tiap hari lewat jembatan ini, begitupun masyarakat yang keluar masuk desa. Makanya langkah perbaikan segera diambil tanpa harus menunggu pemerintah kabupaten. Apalagi kita di Desa Tamiang melalui TPKD masih mampu untuk melakukan itu (perbaikan). Kami juga merasa pembangunan itu merupakan tanggungjawab bersama," katanya.

Edi Manto mengatakan, rehab jembatan dilakukan secara swakelola dengan anggaran sekira Rp50 juta ditanggung TPKD, anggaran itu sudah termasuk bahan baku kayu, upah tukang dan material lainnya. Waktu pengerjaan berlangsung selama 5 hari.

Sementara itu, Bupati Hendra Lesmana mengapresiasi inisiatif pemdes dan TPKD Tamiang dalam perbaikan jembatan itu. Ia juga menilai jika yang dicontohkan TPKD dan pemdes Tamiang adalah bentuk semangat gotongroyong serta sinergitas yang harus terus dipupuk.

borneonews.co.id