Jalan di Kotim Ini Ditutup Gara-Gara Warga Buang Sampah Sembarangan
BORNEONEWS.CO.ID | 07/08/2021 08:51
Jalan di Kotim Ini Ditutup Gara-Gara Warga Buang Sampah Sembarangan
Pemulung memilah sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 1 Juni 2020. Menurut data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, usai Lebaran rata-rata jumlah sampah yang datang ke TPST Bantargebang menurun dari tahun 2019 yaitu 7.145 ton per hari menjadi 6.602 ton per hari. ANTARA/Fakhri Hermansyah

BORNEONEWS, Sampit - Sebagian Jalan Agatis dan Jalan Cut Mutia Sampit, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang ditutup. Ini lantaran ulah sejumlah warga yang membuang sampah sembarangan di kawasan itu. 

"Saya baru tahu sepertinya kemarin ditutup oleh pihak Kompi Antang," kata Joni, warga Jalan Cut Mutia, Sabtu, 7 Agustus 2021. 

Pantauan borneonews.co.id sebelumnya di kawasan itu ada tempat pembuangan sampah sementara, namun setelah dibangun depo di Jalan Sampurna, seluruh aktivitas buang sampah dihentikan.

Dan, tempat pembuang sampah sementara itu pun ditutup permanen. "Tapi masih saja ada oknum yang buang sampah di kawasan itu, padahal sudah ditutup," katanya. 

Sebelum jalan yang berada di dekat asrama dodik itu ditutup sudah dipasang papan peringatan bernada keras di bekas tempat pembuangan sampah sementara. Namun hal tersebut tak dihiraukan oknum warga yang tak bertanggung jawab tersebut. 

Akibat ditutupnya jalan itu akses warga menjadi terhambat. Pengguna jalan terpaksa mencari jalan alternatif lainnya. 

"Terpaksa harus mencari jalan lain. Padahal biasanya akses tersebut sangat membantu mempersingkat perjalanan dari Jalan Cut Mutia ke Jalan Gatot Subroto atau ke Jalan Pemuda," kata Badar, warga yang bisa memanfaatkan jalan itu.

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT