Food Estate Gunung Mas Berada di Lokasi TORA
BORNEONEWS.CO.ID | 05/05/2021 06:49
Food Estate Gunung Mas Berada di Lokasi TORA
Prof. Bustanul Arifin mendukung program jangka panjang Food Estate yang kini tengah dikembangkan pemerintah di Provinsi Kalimantan Tengah

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan program Food Estate perkebunan singkong di Kabupaten Gunung Mas berada di lokasi Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA).

“Lokasi Food Estate seluas kurang lebih 2.000 ha yang berada di Kabupaten Gunung Mas merupakan lokasi yang berasal dari indikatif Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dengan kriteria Hutan Produksi Yang Dapat Dikonversi (HPK) tidak produktif,” kata Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Sri Suwanto, Senin, 3 Mai 2021.

Sri menyampaikan sesuai dengan ketentuan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.17MENLHK/SETJEN/KUM.1/5/2018 Jo. P.42/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang Tata Cara Pelepasan Kawasan Hutan dan Perubahan Batas Kawasan Hutan untuk Sumber Tanah Obyek Reforma Agraria, TORA dari HPK tidak produktif.

Hal itu dapat dimohon kepada Menteri LHK, salah satunya menteri dan dalam hal ini Menteri Pertahanan yang merupakan program/kegiatan kementerian. Di antaranya program pembangunan nasional, pertanian tanaman pangan, dan fasilitas pendukung budidaya pertanian dengan memenuhi persyaratan.

“Proses awal dari program Food Estate seluas kurang lebih 2.000 hektare di Kabupaten Gunung Mas adalah pelepasan kawasan hutan, dengan mengubah status lokasi yang sebelumnya merupakan kawasan hutan menjadi bukan kawasan hutan,” sebut Sri.

Proses tersebut, lanjut Sri, disertai dengan kegiatan penataan batas kawasan hutan yang akan dilepaskan, sehingga lokasi yang akan dilepaskan mendapatkan kepastian letak dan luasnya.

Setelah proses pelepasan kawasan hutan dilepaskan, program Food Estate dapat seluruhnya dilaksanakan dengan tetap memperhatikan adanya hak-hak pihak ketiga. Jika terdapat hak-hak pihak ketiga pada lokasi, harus dilakukan pembebasan lahan atau dengan pola kerjasama.

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT