3 Komoditas Ini Kerap Jadi Penyumbang Utama Inflasi 5 Tahun Terakhir di Kalteng
BORNEONEWS.CO.ID | 11/04/2021 06:49
3 Komoditas Ini Kerap Jadi Penyumbang Utama Inflasi 5 Tahun Terakhir di Kalteng
Winarsih, 43 tahun, pedagang sayur-sayuran di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Sabtu, 4 Mei 2019, mengeluhkan pasokan bawang putih menipis sehingga harna naik tajamsampai 100 persen. Tempo/Adam Prireza

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri mengungkapkan, dalam 5 tahun terakhir, ada 3 komoditas bahan pangan yang kerap menjadi penyumbang utama inflasi di Kalteng.

"Dari sekian bahan pangan, daging ayam ras, bawang merah dan cabai rawit jadi penyumbang utama inflasi Kalteng yang sering terjadi," kata Fahrizal, Sabtu, 10 April 2021.

Dia menuturkan,pada tahun 2020, inflasi Kalteng tercatat sebesar 0,71 persen year on year (yoy), lebih rendah dari capaian inflasi Indonesia yakni sebesar 1,68 persen.

Rendahnya inflasi pada tahun 2020 tersebut karena daya beli masyarakat yang tertekan akibat dampak Pandemi Covid-19.

Untuk itu, kata dia, melalui TPID Provinsi Kalteng, akan secara konsisten melakukan pemantauan harga pasar sebagai alat check and balance kewajaran harga di pasar, memanfaatkan pasar penyeimbang, kandang penyangga, kolam penyangga dan suppluchain daging ayam ras beku untuk menjaga kesetabilan harga.

"Kemudian menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi komoditas yang didatangkan dari luar Daerah serta pengendalian ekspektasi masyarakat melalui press release bulanan," ucapnya.

Hal itu lanjut dia, sudah menjadi tugas Pemda Kalteng bersama instansi vertikal yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Kalteng untuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran pasokan komoditi pangan di tengah masa pandemi Covid-19.

"Terlebih lagi menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri, serta adanya Fenomena La Nina yang membuat curah hujan cukup tinggi akhir-akhir ini. Oleh sebab itu, diperlukan upaya lebih untuk melakukan koordinasi dalam pengendalian inflasi," tuturnya.

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT