Simpang-Siur Kabar Penangkapan Pemilik Tambang Emas di Kalteng yang Pekerjakan WNA Cina
BORNEONEWS.CO.ID | 16/02/2021 14:10
Simpang-Siur Kabar Penangkapan Pemilik Tambang Emas di Kalteng yang Pekerjakan WNA Cina
Tambang emas di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kobar. Di sini informasinya terdapat TKA yang merupakanWNA asal Tiongkok.

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Seiring beredar video adanya aktivitas warna negara asing (WNA) asal Tiongkok yang melakukan kegiatan penambangan emas di Desa Sambi, Kecamatan Arut Utara (Aruta) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan berkembangnya informasi bahwa 4 WNA sudah ditangkap oleh aparat Kepolisian, kabar kembali berkembang bahwa 2 orang pemilik tambang yang mempekerjakan WNA tersebut juga turut ditangkap.

Namun himgga kini masih belum dipastikan siapa identitas 2 orang pemilik tambang yang telah ditangkap tersebut.

Saat informasi tersebut dikonfirmasi pada Kasat Reskrim Polres Kobar AKP Rendra Aditia Dhani, Jumat, 12 Februari 2021 yang bersangkutan juga masih belum memberikan jawaban apapun.

Sebelumnya diberitakan, dalam video berdurasi 1 menit 47 detik yang santer beredar tersebut, disebutkan bahwa lokasi video tersebut diambil di Desa Sambi dan memperlihatkan hasil tambang yang sudah dimasukkan dalam tumpukan karung.

Bahkan seiring dengan beredarnya video tersebut juga berkembang kabar adanya penangkapan WNA dari Tiongkok oleh aparat Kepolisian.

Salah seorang pekerja tambang di Desa Sambi yang tidak bersedia menyebutkan namanya mengatakan, aparat kepolisian juga telah menangkap 4 WNA tersebut.

"Penangkapan 4 WNA tersebut berawal dari adanya 15 warga penambang lokal terjaring razia polisi. Kemudian warga tersebut menceritakan, kenapa hanya mereka yang ditangkap. Karena di sekitar tempat kami menambang juga ada orang asing yang melakukan aktivitas penambangan emas menggunakan alat berat. Kenapa tidak dirazia. Karena itulah Polisi meminta satu dari 15 penambang lokal yang terjaring razia untuk menunjukkan lokasi aktivitas WNA tersebut," jelasnya.

Menurut penambang tersebut, polisi juga telah mengamankan alat-alat yang digunakan 4 WNA untuk melakukan aktivitasnya .

"Di antaranya yang diamankan adalah detektor logam, excavator 3 unit dan loader 1 unit. Sepengetahuan kami alat milik WNA tersebut sudah diamankan polisi," jelasnya.

Namun saat hal ini dikonfirmasikan pada Camat Aruta Muhamad Ikhsan, ia tidak bisa memastikan bahwa video yang beredar tersebut berasal dari Kecamatan Aruta.

"Untuk hal ini saya tidak bisa komentar. Bila hanya menganalisis lewat gambar atau video. Karena bisa saja gambar atau video tersebut berada di wilayah yg tidak jelas. Karena hutan dan bukit semua hampir mirip," jelas Camat.

Kemudian saat dikonfirmasi terkait adanya aktivitas WNA yan melakukan penambangan emas, menurut Camat, ia masih belum mendapatkan info.

"Tetapi bila info di Desa Sambi ada Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). iitu juga kami dari pihak kecamatan hanya mendapatkan informasi yang terbatas. Kalau secara detail atau resmi kami tidak punya data. Laporan hanya sebatas ada aktifitas tambang di wilayah WPR tersebut," jelas Camat.

Namun, menurut Camat, pihanya tidak mendapat info atau laporan, terkait ada kegiatan penertiban atau razia, baik dari pihak penegak hukum terkait.

"Dari desa tidak ada laporan. Jadi selama ini kami anggap situasi masyarakat Desa Sambi kondusif. Tidak ada konflik. Tidak ada warga desa sambil yang melaporkan baik secara resmi maupun lisan, baik langsung maupun tidak langsung. Jadi baik baik saja," jelas Camat.

Terlebih lagi, menurut Camat, bahwa kewenangan pengusahaan tambang dan keberadaan WNA bukan ranah kecamatan.

"Jadi ilegal atau tidak, kami tidak berkompeten untuk menyampaikan atau memutuskan. Tapi kami akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten terkait hal tersebut," jelas Camat. (TIM BORNEONEWS/B-5)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT