Video Viral Ungkap WNA Cina Jadi Pekerja Tambang Emas Rakyat di Desa Sambi Kalteng
BORNEONEWS.CO.ID | 15/02/2021 15:10
Video Viral Ungkap WNA Cina Jadi Pekerja Tambang Emas Rakyat di Desa Sambi Kalteng

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Belakangan ini beredar video di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang menyebutkan adanya aktivitas warna negara asing (WNA) asal Tiongkok yang melakukan kegiatan penambangan emas di Desa Sambi, Kecamatan Arut Utara (Aruta).

Dalam video berdurasi 1 menit 47 detik disebutkan bahwa lokasi video tersebut diambil di Desa Sambi. Dari gambar ini memperlihatkan hasil tambang yang sudah dimasukkan dalam tumpukan karung.

Bahkan, seiring dengan beredarnya video tersebut juga berkembang kabar adanya penangkapan WNA dari Tiongkok oleh aparat kepolisian.

Salah seorang pekerja tambang di Desa Sambi yang tidak bersedia menyebutkan namanya mengatakan, aparat kepolisian juga telah menangkap 4 WNA tersebut.

"Penangkapan 4 WNA berawal dari adanya 15 warga penambang lokal terjaring razia polisi," katanya.

Kemudian warga tersebut melanjutkan ceritanya, "Kenapa hanya mereka yang ditangkap. Karena di sekitar tempat kami menambang juga ada orang asing yang melakukan aktivitas penambangan emas menggunakan alat berat. Kenapa tidak dirazia," sambungnya.

Berawal dari situlah selanjutnya informasinya polisi meminta satu dari 15 penambang lokal yang terjaring razia untuk menunjukkan lokasi aktivitas WNA tersebut.

Menurut penambang itu, polisi kemudian mengamankan alat-alat yang digunakan 4 WNA untuk melakukan aktivitasnya.

"Di antaranya yang diamankan adalah detektor logam, excavator 3 unit dan loader 1 unit. Sepengetahuan kami alat milik WNA tersebut sudah diamankan polisi," jelasnya.

Namun saat hal ini dikonfirmasikan pada Camat Aruta Muhamad Ikhsan, Kamis, 11 Februari 2021, ia tidak bisa memastikan bahwa video yang beredar tersebut berasal dari Kecamatan Aruta.

"Untuk hak ini saya tidak bisa komentar. Bila hanya menganalisis lewat gambar atau video. Karena bisa saja gambar atau video tersebut berada di wilayah yang tidak jelas. Karena hutan dan bukit semua hampir mirip," jelas Camat.

Kemudian saat dikonfirmasi terkait adanya aktivitas WNA yang melakukan penambangan emas, menurut Camat, ia masih belum mendapatkan informasi.

"Tetapi bila info di Desa Sambi ada Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Itu juga kami dari pihak kecamatan hanya mendapatkan informasi yang terbatas. Kalau secara detail atau resmi kami tidak punya data. Laporan hanya sebatas ada aktivitas tambang di wilayah WPR tersebut," jelas Camat.

Namun, menurut Camat, pihanya tidak mendapat info atau laporan terkait ada kegiatan penertiban atau razia baik dari pihak penegak hukum maupun instansi terkait.

"Dari desa tidak ada laporan. Jadi selama ini kami anggap situasi masyarakat Desa Sambi kondusif. Tidak ada konflik. Tidak ada warga desa sambil yang melaporkan baik secara resmi maupun lisan, baik langsung maupun tidak langsung. Jadi baik baik saja," jelas Camat.

Terlebih lagi, menurut Camat, kewenangan pengusahaan tambang dan keberadaan WNA bukan ranah kecamatan.

"Jadi ilegal atau tidak, kami tidak berkompeten untuk menyampaikan atau memutuskan. Tapi kami akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten terkait hal tersebut," jelas Camat.

Saat informasi adanya penangkapan WNA ini dikonfirmasikan kepada Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah yang bersangkutan mengaku belum dapat informasi. "Karena beberapa hari ini saya sedang sibuk kegiatan yang terkait penertiban protokol kesehatan covid-19 dan lainnya. Coba kamu hubungi kasat Reskrim saja," jelas Kapolres.

Saat dikonfirmasi pada Kasat Reskrim AKP Rendra Aditya Dhani yang bersangkutan hinga berita ini ditulis masih belum memberikan jawaban. (TIM BORNEONEWS/B-5)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT