Berhasil Kabur dari Sergapan Warga, Buronan Pencuri Pakaian Dalam Wanita Akhirnya Diringkus
BORNEONEWS.CO.ID | 19/01/2021 13:10
Berhasil Kabur dari Sergapan Warga, Buronan Pencuri Pakaian Dalam Wanita Akhirnya Diringkus
Pelaku pencurian ribuan celana dalam perempuan saat ditangkap polisi.

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah lama menghilang, akhirnya Setu (43 tahun) warga Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diringkus Polisi.

Kapolsek Arut Selatan (Arsel) AKP Wilhelmus Helky, Sabtu, 16 Januari 2021 mengatakan Setu ditangkap di rumah keluarganya di Desa Natai Baru, Jumat, 15 Januari 2021 pukul 14.30 WIB.

"Pelaku diburu sejak bulan Juni 2020. Kemarin kami mendapat laporan bahwa Setu telah kembali ke desanya dan sering terlihat di rumah keluarganya," jelas Kapolsek.

Menurut Kapolsek, dari informasi tersebut, pihaknya langsung mengamankan pelaku tanpa perlawanan dan saat ini sudah ditahan untuk dilakukam proses lanjutan.

"Berdasarkan penyelidikan Setu diketahui sudah tidak lagi menempati pondoknya yang berada di tengah kebun karet. Ia diketahui pulang ke rumah keluarganya pada tengah malam," jelas Kapolsek.

Saat ditanyakan apakah, nanti pelaku akan didampingi psikiater terkait dugaan perilaku menyimpangnya tersebut, menurut Kapolsek pihaknya akan melihat perkembangan hasil penyelidikan.

"Sementara ini pelaku masih diamankan di Mapolsek Arsel untuk proses lanjut sesuai dengan laporan dari para korbannya," jelas Kapolsek.

Seperti diberitakan, sejak 7 bulan lalu atau sekitar bulam Juni 2020 anggota Polsek Arsel terus memburu pelaku yang diduga mengalami kelainan seksual.

Hal tersebjt lantaran ulah pelaku yang meresahkan warga dengan perilaku menyimpangnya yaitu mencuri dan mengkoleksi ribuan lembar pakaian dalam perempuan berupa daster, BH dan celana dalam.

Pakaian tersebut, kemudian ditumpuk pelaku di sebuah pondok yang sekaligus tempat tinggalnya di tengah perkebunan karet di Jalan Pangkalan 5, RT 10 RW 03 Desa Natai Baru.

Saat itu ketika masyarakat melakukan penggerebekan di pondoknya ditemukan ribuan lembar pakaian dalam wanita di dalam pondok.

Bahkan terdapat dua boneka yang didandani layaknya perempuan lengkap dengan BH dan celana dalam serta daster di pondoknya, ditumpuk dengan ribuan pakaian dalam perempuan.

Saat hendak ditangkap, saat itu pelaku bisa meloloskan diri dan sempat mengancam warga dengan senjata tajam. (WAHYU KRIDA/B-5)

BORNEONEWS.CO.ID

 
 

BERITA TERKAIT