Vonis Penjara 21 Bulan untuk Penyebar Video Biduan dan Kakek Tanpa Busana
BORNEONEWS.CO.ID | 28/12/2020 15:50
Vonis Penjara 21 Bulan untuk Penyebar Video Biduan dan Kakek Tanpa Busana

BORNEONEWS, Sampit - Andika alias Andi, terdakwa yang menyebar video R Nyompa Ibrahim (sudah vonis), kakek 59 tahun dengan biduan muda berinisial ED (19) dijatuhi hukuman selama 21 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Vonis itu hanya dikurangi hakim 3 bulan dari tuntutan 24 bulan atau 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan yang dijatuhkan penuntut umum pada sidang sebelumnya.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," kata ucap hakim dalam amar putusannya.

Andika menurut ketua majelis hakim Muslim Setiawan meringkuk di penjara atas perbuatan yang dilakukannya berawal ketika melihat ada video koleksi Nyompa atau bos organ tunggal itu berdurasi 0:57 detik yang berisi 2 orang tanpa menggunakan busana yaitu  Nyompa dan ED 

Terdakwa lalu mengirim video tersebut ke ponselnya menggunakan aplikasi Share id. Kemudian pada malam harinya terdakwa meminjam ponsel adiknya membuat akun Facebook palsu atas nama Hendra dan menyebarkan video itu melalui media sosial.

Adapun perbuatan itu dilakukan pada, 15 Juli 2020 di Jalan HM Arsyad Gang Fajar RT/RW 006/003, Kelurahan Jaya Kelapa, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur. Atas vonis tersebut, terdakwa maupun JPU Didiek Prasetyo Utomo menyatakan menerima. (NACO/B-7)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT