Tempat Karantina Penuh, RSUD dan RS Muhammadiyah Pangkalan Bun Tidak Lagi Menerima Pasien Covid-19
BORNEONEWS.CO.ID | 27/11/2020 11:10
Tempat Karantina Penuh, RSUD dan RS Muhammadiyah Pangkalan Bun Tidak Lagi Menerima Pasien Covid-19

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Lantaran hingga kini pasien terkonfirmasi covid - 19 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang masih menjalani perawatan berjumlah 110 orang, ternyata membawa dampak lain terhadap pelayanan RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dr. Fachruddin, Senin, 23 November 2020 menjelaskan lantaran masih ada penumpukan suspek covid-19 di Instalasi Gawat Darurat (IGD). 

"Saat ini masih ada 9 orang suspek covid-19 di IGD. Dengan pertimbangan agar tidak menularkan pada pasien lainnya, maka sementara waktu ini pelayanan IGD hanya dibatasi untuk menangani pasien yang tergolong emergensi," jelas Fachruddin.

Namun, menurut Fachruddin, untuk pasien gawat darurat yang sifatnya ringan atau sedang dan ditangani klinik, rumah sakit swasta atau dari RSUD Kabupaten tetangga yaitu Sukamara atau Lamandau, diminta untuk bisa menangani sendiri pasien dengan kategori tersebut sementara waktu.

"Karena biasanya pihak klinik, rumah sakit swasta dan dari kabupaten lain, juga merujuk pasiennya ke IGD RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Pembatasan jenis pasien yang dirawat di IGD, maksudnya untuk mencegah terjadinya penumpukan pasien yang berpotensi malah mereka terpapar covid-19," jelas Fachruddin. 

Menurut Fachruddin, dengan jumah 110 orang pasien terkonfirmasi positif yang masih dirawat, mengakibatkan tempat karantina pasien covid-19 di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dan RS Muhammadiyah sudah tidak bisa lagi menerima pasien covid-19.

"Sehingga masih ada yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Saat ini kai masih menunggu hasil swab pasien yang sudah dirawat, apakah sudah ada yang dinyatakan negatif atau tidak. Bila ada yang telah dinyatakan sembuh, maka pasien covid-19 berikutya akan ditempatkan di ruangan karantina tersebut," jelas Fachruddin.(WAHYU KRIDA/B-5)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT