Rebutan Lahan Tambang Emas Ilegal di Kalteng, Satu Orang Tewas Mengenaskan
BORNEONEWS.CO.ID | 24/11/2020 13:00
Rebutan Lahan Tambang Emas Ilegal di Kalteng, Satu Orang Tewas Mengenaskan
Jenazah Bowos yang tewas mengenaskan di lokasi tambang emas ilegal Km 48 Jambaran Katingan usai berkelahi.

 

BORNEONEWS,  Kasongan - Polsek Sanaman Mantikei,  Polres Katingan menangani perkara perkelahian maut di lokasi tambang emas ilegal Km 48 Jamparan Desa Tumbang Kawei hingga menyebabkan satu orang tewas mengenaskan. 

Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah melalui Kapolsek Sanaman Mantikei,  Ipda Syaiful,  Senin,  23 November 2020 menuturkan,  pada Jumat,  20 November 2020 sekitar pukul 14 Wib terjadi perkelahian di Km 48 Jamparan Desa Tumbang Kawei itu.

Satu orang bernama Bowos alias Menteng (38) warga Jalan G Obos XIV, RT 010/ RW.006, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya tewas mengemaskan akibat sabetan parang setelah berkelahi dengan Frenodie, anak dari Usin. 

Menurut Kapolsek,  perkelahian itu  dipicu oleh perebutan lokasi tambang rakyat ilegal yang menurut pengakuan korban adalah milik keluarganya sedangan menurut Usin adalah miliknya yang sudah lama dikuasainya.

Bowos alias Menteng, kata Kapolsek  dikenal sebagai orang yang sering mengaku-ngaku  memiliki lahan di lokasi Jamparan, dan.juga dikenal sering meminta uang kepada pekerja tambang di lokasi tambang emas ilegal ini. 

Menurut Kapolsek, pada saat kejadian alam di sekitar Desa tumbang Manggu dalam keadaan banjir, dan jarak tempuh yang jauh membuat personel Polsek Sanaman Mantikei kesulitan mendatangi TKP dan melakukan evakuasi terhadap korban dari TKP.

Ia menduga tidak menutup kemungkinan kejadian tersebut dimanfaatkan oleh pihak yang memiliki kepentingan untuk membuat rusuh dan menguntungkan pihak tertentu.  

Saat ini, kata Kapolsek  Frengki yang merupakan saudara kandung dari Frenodie dan juga merupakan anak kandung dari USIN, sudah diamankan dan dimintai keterangan oleh Polsek Sanaman Mantikei.

Hingga saat ini, pelaku yakni Frenodie masih dalam pengejaran pihak Polsek Sanaman Mantikei.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,  kata Kapolsek Sanaman Mantikei Ipda Syaiful,  pihaknya melakukan penggalangan terhadap para tokoh masyarakat guna menghindari adanya informasi yang menyimpang untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polsek Sanaman Mantikei. (ABDUL GOFUR/B-5)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT