Mimpi Warga Desa Tumbang Sepayang Kotim: Masuk Aliran Listrik PLN dan Internet
BORNEONEWS.CO.ID | 16/11/2020 17:01
Mimpi Warga Desa Tumbang Sepayang Kotim: Masuk Aliran Listrik PLN dan Internet

BORNEONEWS, Sampit - Aliran listrik di Desa Tumbang Sepayang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih menjadi mimpi masyarakat setempat.

"Belum masuk aliran listrik dari PLN, begitu juga jaringan internet. Sangat susah kami dapatkan di desa ini," ujar Mina, salah seorang warga desa tersebut, Senin, 16 November 2020. 

Selama ini, warga desa tersebut hanya mendapatkan aliran listrik dari mesin diesel yang disiapkan setiap RT. Itu pun hanya dinyalakan mulai sekitar pukul 17.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Setelah itu, aliran listrik dipadamkan.

Aliran listrik tersebut juga bertarif, bisa dibayar per hari atau per bulan. Dalam sehari, masyarakat rata-rata membayar Rp 5.000. Sedangkan per bulan antara Rp 150 ribu hingga Rp 175 ribu. Tergantung kepala keluarga yang ada di satu RT.

"Tergantung jumlah warga di RT, kalau banyak warganya bayar lebih sedikit. Namun kalau sedikit warganya, bayarnya lebih besar," kata Mina. 

Pembayaran iuran warga tersebut digunakan untuk membeli bahan bakar solar mesin diesel. Sehingga, bisa digunakan untuk memberikan aliran listrik kepada warga.

Keadaan tersebut dialami mereka sudah puluhan tahun lamanya. Mereka sangat berharap agar pemerintah daerah bisa mewujudkan mimpi itu sehingga, warga bisa merasakan aliran listrik dari PLN. 

Di desa tersebut, ada 4 RT. Sedangkan total warganya mencapai 1.500 lebih. Jarak dari ibu kota kecamatan sendiri memang cukup jauh, dengan infrastruktur jalan yang masih belum beraspal. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT