Tokoh Dayak dan Madura di Sampit Polisikan Youtuber Berkonten SARA
BORNEONEWS.CO.ID | 05/08/2020 09:40
Tokoh Dayak dan Madura di Sampit Polisikan Youtuber Berkonten SARA
Tokoh Madura saat menyampaikan pernyataan sikap ke Polres Kotawaringin Timur terkait konten SARA di youtube, Selasa, 4 Agustus 2020.

BORNEONEWS, Sampit - Youtuber dengan akun Jakabanyuates yang membuat sebuah konten video bernuansa SARA dilaporkan tokoh suku Madura dan Dayak di Sampit ke Polda Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Tokoh Madura yang diwakili H Abdul Wahid dan Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim Untung sudah membuat laporan resmi ke Polda Kalteng terkait konten youtube berbau SARA tersebut," kata Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, Selasa, 4 Agustus 2020.

Kedua tokoh adat tersebut bertemu langsung dengan Kapolda Kalteng, Irjen Pol Dedy Prasetyo. Mereka juga mengemukakan pernyataan sikap terkait konten tersebut.

Penrnyataan sikap dari tokoh Madura sendiri yakni mengutuk keras terhadap pemilik akun yang membuat konten tersebut. Apalagi, semua yang dijelaskan akun tersebut tidak sesuai dengan fakta.

"Kedua tokoh tersebut juga sepakat tidak terima dengan isi konten tersebut. Mereka mengutuk keras pemilik akun," kata AH Jakin.

Sementara, dia juga meminta semua pihak yang ada di Kotim bisa menahan diri dengan beredarnya konten berbau SARA tersebut. Karena polisi masih menyelidiki itu.

"Masyarakat Kotim saya minta jangan terpancing, percayakan kepada kami untuk menanganinya," pinta AH Jakin.

Dalam konten video tersebut, tidak hanya membuat isu yang tidak baik antar-etnis namun juga menyudutkan pihak TNI dan Polri pada saat penanganan ketika terjadi pertikaian pada 19 tahun lalu.

Sementara, hasil penelusuran pihaknya, pemilik akun tersebut bukan warga Kotim atau Kalteng. Namun video tersebut dibuat hanya semata-mata untuk mencari keuntungan pribadi yakni menambah penonton. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT