Tak Terima Dituntut 10 Tahun Penjara, Terdakwa Kasus Narkoba ini Bandingkan Perkara 2 Rekannya
BORNEONEWS.CO.ID | 03/08/2020 16:29
Tak Terima Dituntut 10 Tahun Penjara, Terdakwa Kasus Narkoba ini Bandingkan Perkara 2 Rekannya

BORNEONEWS, Sampit - Saiful Rahman alias Ipul (42) keberatan dengan tuntutan 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Dalam pembelaannya, terdakwa meminta keringanan hukuman dan membandingkan perkara rekannya.

"Saya dalam pembelaan akan menyampaikan perbandingan saja yang mulia, sebagai bahan pertimbangan," ucap pria yang 3 kali berurusan dengan hukum atas kasus sabu ini, Senin, 3 Agustus 2020.

Ipul menyebutkan, rekannya yang juga napi Syamsul Bahri pada sidang lalu dengan barang bukti 24 paket sabu atau 9,11 gram dan dijerat Pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dituntut 9 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan penjara, dan divonis selama 7 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan penjara, dalam kasus keduanya.

Kemudian Mimbar yang juga 3 kali terlibat kasus sabu, ditemukan juga menyediakan sabu di dalam Lapas Sampit dengan barang bukti 14 paket sabu dengan berat 2,24 gram, dituntut pidana selama 7 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan penjara.

"Mimbar baru tuntutan dan dia sama dengan saya residivis 3 kali. Sementara saya cuma 1 paket dan berat 0,13 gram saja. Mereka itu pengedar dari itu mohon keadilan yang mulia," tegasnya

Ditemukan sepaket sabu yang disembunyikan di sebuah botol. Sabu itu berasal dari rekannya dan diserahkan saat terdakwa sedang dibesuk. Rencananya sabu itu akan diserahkan kepada Susan. 

Sebelumnya, Susan memesan sabu kepada terdakwa lantaran ingin menggunakan saat itu, namun belum sempat terdakwa diamankan. Susan sendiri merupakan kekasih napi yang sudah 3 kali berurusan dengan hukum ini. (NACO/B-7)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

BERITA TERKAIT