Pencuri Mesin Rumput dan Senapan Angin ini Buat Jaksa Jengkel karena Pengakuan Berbelit-belit
BORNEONEWS.CO.ID | 27/04/2020 15:45
Pencuri Mesin Rumput dan Senapan Angin ini Buat Jaksa Jengkel karena Pengakuan Berbelit-belit

BORNEONEWS, Sampit - Terdakwa Yudi alias Wahyudi alias Malato memberikan keterangan berbelit-belit dalam kasus pencurian yang menjeratnya. Aksi itu dilakukan terdawka di kediaman Achmad Horsolih.

"Saudara waktu itu masuk rumah korban padahal ketika itu ada istri korban dan saudara tetap melakukan pencurian," tanya jaksa Dewi Khartika, sidang Senin, 27 April 2020.

Dalam keterangan saksi lalu hal tersebut dibenarkannya. Namun saat memberikan keterangan, itu semua kembali dibantahnya. "Waktu itu tidak ada yang melihat ketika saya masuk rumah korban," kata residivis kambuhan tersebut.

Terdakwa juga lagi-lagi membantah keterangan korban yang diakuinya pada persidangan lalu kalau perbuatan itu bukan pertama kali dilakukannya.

"Bagaimana saudara ini, sidang lalu korban menyebut perbuatan ini bukan pertama kali. Sudah pernah sebelumnya. Itu saudara akui, sekarang dibantah, mana benarnya," kata jaksa.

Terdakwa menyatakan perbuatan itu pertama kali dilakukannya. Terdakwa beralasan mengiyakan keterangan korban karena pendengarannya yang tidak jelas.

Yudi melakukan perbuatannya pada Jumat, 24 Januari 2020 sekitar pukul 13.00 Wib di Bukit Gantung Santilik, Desa Santilik, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotim.

Ia melakukan perbuatannya dengan cara memecah kaca jendela rumah korban. Melihat kaca jendela sudah pecah kemudian masuk ke rumah mengambil chain saw, mesin rumput, infinter 1500 watt, senapan angin, aki, pistol korek, dan alat semprot.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp. 7.500.000, dan hari itu juga melaporkan perbuatan warga asal Desa Tanjung Jariangau, Kecamatan Mentaya Hulu itu ke polisi.(NACO/B-11)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT