Gubernur Sugianto Sumbangkan Gajinya Rp 9 Miliar untuk Warga Terpapar Corona di Kalteng
BORNEONEWS.CO.ID | 15/04/2020 16:10
Gubernur Sugianto Sumbangkan Gajinya Rp 9 Miliar untuk Warga Terpapar Corona di Kalteng

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran resmi menyalurkan gajinya untuk membantu warga yang terdampak virus corona atau Covid-19. Bantuan dengan nilai miliaran rupiah itu diserahkan di ruang Media Center Gerakan Pemuda Kalteng Melawan Covid-19, Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya, Selasa, 14 April 2020.

Dalam foto, nampak Agustiar Sabran, Pembina Gerakan Milenial Melawan Covid-19 yang juga anggota DPR RI menerima bantuan itu. Pihaknya juga memperlihatkan uangnya. Selanjutnya, tim relawan termasuk dari Relawan Muda Sugianto Sabran akan menyalurkan bantuan tersebut.

BACA: Gubernur Kalteng akan SUmbangkan Gajinya untuk Penanganan Dampak Covid-19

Sehari sebelumnya, gubernur menyampaikan akan menyumbang Rp 9 miliar. Dari jumlah sumbangan pribadinya itu, Rp 5 miliar di antaranya disalurkan oleh tim relawan sedangkan sisanya oleh pihak DAD yang mendapat amanah dari orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini.

“Saya izin sama istri dan anak bahwa akan menyumbangkan untuk membantu terdampak Covid-19. Istri mengizinkan,” kata gubernur Kalteng.

Gubernur menuturkan, angka Rp 9 miliar itu bukan hanya gaji dan honorarium saja, tapi juga berasal dari anggaran rumah tangga gubernur yang nilainya sebesar Rp 100 juta. Dari Rp 100 juta itu, Rp 15 juta di antaranya untuk panti asuhan, sedangkan sisanya digunakan untuk keperluan rumah tangga. Keperluan itulah yang kemudian disumbangkan dengan total Rp 5,1 miliar. Sedangkan gaji dan honorariumnya senilai Rp 3,9 miliar. Sehingga totalnya adalah Rp 9 miliar.

Gubernur berharap, bantuan pribadinya itu benar-benar tersalurkan kepada mereka yang terdampak dan tidak mampu. Jangan sampai, tambah dia, orang yang mampu ikut menerimanya.

Pada kesempatan tersebut, Agustiar Sabran juga menyatakan menyalurkan gajinya selama 5 tahun sebagai anggota DPR RI. Totalnya senilai Rp 4 miliar. (NOPRI/B-7)


BERITA TERKAIT