Rampas Ponsel Pembonceng Sepeda Motor, Si Jambret: Kami Ambil Tidak Minta Izin
BORNEONEWS.CO.ID | 08/04/2020 15:31
Rampas Ponsel Pembonceng Sepeda Motor, Si Jambret: Kami Ambil Tidak Minta Izin

BORNEONEWS, Sampit - Fadlin (20) dan Jodin Kurniawan (21) merampas ponsel milik Triasih saat anak korban yang diboncengnya sedang memegang ponsel.

Melihat itu dua jambret Fadlin dan Jodin langsung merampasnya dan membawanya kabur. Hingga korban langsung menteriaki keduanya jambret. 

"Waktu itu kami mengambilnya tidak ada meminta izin," kata terdakwa, saat pelimpahan berkas tahap II di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur, Rabu, 8 April 2020.

Pencurian dengan pemberatan, yang diduga dilakukan oleh keduanya pada hari Rabu, 5 Februari 2020 sekira jam 16.30 Wib di Jalan HM. Arsyad (depan Toko Roti Raja) Kelurahan MB. Hilir, Kecamatan MB. Ketapang, Kabupaten Kotim.

Berawal pada saat saksi korban Triasih sedang berboncengan sepeda motor dengan anak saksi korban yang sedang memegang ponsel. 

Kemudian sewaktu melintasi Jalan HM. Arsyad dan berhenti karena lampu lalu lintas berwarna merah tepatnya di depan Toko Roti Raja dari arah sebelah kiri saksi korban ada yang menghampiri, dan tidak berapa lama anak korban berteriak bahkwa ponsel yang dipegangnya dijambret

Namun tersangka olangsung pergi kabur setelah mendapatkan ponsel korban. Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian materil sebesar Rp. 3.900.000. 

Kedua warga asal Nusa Tenggar Barat yang juga tinggal di Jalan Nyai Enat, Keluraham MB Hilir, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotim dianggap melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP. (NACO/B-5)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT