21 Warga Desa Tahai Jaya Pulang Pisau Dikarantina, Kebutuhan Makan dan Minum Selama 14 Hari Ditanggung Pemda
BORNEONEWS.CO.ID | 26/03/2020 15:20
21 Warga Desa Tahai Jaya Pulang Pisau Dikarantina, Kebutuhan Makan dan Minum Selama 14 Hari Ditanggung Pemda
Kepala Dinkes Kabupaten Pulang Pisau, dr Muliyanto Budihardjo.

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Warga di Desa Tahai Jaya Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau yang dikarantina bertambah. Jika sebelumnya ada 19 orang, saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulang Pisau menyebutkan ada penambahan dua orang.

Sehingga total orang yang dikarantina di Desa Tahai Jaya menjadi 21 orang. Mereka yang dikarantina ini mendapat pengawasan ketat dari petugas kesehatan yang telah ditunjuk.

Kepala Dinkes Kabupaten Pulang Pisau, dr Muliyanto Budihardjo mengatakan, penambahan dua orang yang dikarantina ini setelah dilakukan pengecekan. Karena petugas di lapangan terus bekerja dan memantau siapa saja yang pernah kontak dengan pasien positif Covid-19 ini.

Sebelumnya, Sebanyak 19 orang di Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau dikarantina, diduga melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19 dari Palangka Raya. 

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pulang Pisau melalui juru bicaranya Gugus Tugas Covid-19 Pulang Pisau, Muliyanto Budihardjo mengatakan Gugus Tugas melakukan kegiatan tracking atau pelacakan kontak pasien positif Covid-19 Palangka Raya, yang sempat menginap di Desa Tahai Jaya tanggal 11-13 Maret 2020.

"Untuk kebutuhan makan dan minum selama 14 hari ditanggung oleh pemerintah daerah (telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Sosial Pulang Pisau kemudian dibentuk satgas desa dan posko untuk memastikan bahwa pasien betul-betul menaati karantina sehingga dapat memutuskan mata rantai penularan," terang Muliyanto. 

Demikian juga kata Muliyanto setelah berkoordinasi dengan Kepala Disperindakkop Pulang Pisau kegiatan pasar rakyat untuk sementara ditutup selama 14 hari di Desa Tahai Jaya.

"Setiap hari selama 14 hari kami akan terus pantau seperti apa perkembangannya," kata Muliyanto, Kamis, 26 Maret 2020.

Lanjut Mul, 21 orang ini statusnya adalah orang dengan kontak erat resiko tinggi. Kalau boleh jujur mereka ini statusnya sudah diatas Orang Dalam Pemantauan (ODP).

"Kalau dalam 14 hari ke depan ini salah satu dari 21 orang yang dikarantina ini ada mengalami gejala batuk, pilek ataupun demam maka statusnya langsung Pasien Dalam Pengawasan (PDP)," ucap Mul.

Tambah Muliyanto, bisa dikatakan ini memang betul-betul serius. Sehingga petugas di lokasi Desa Tahai Jaya akan terus melakukan pemantauan terhadap 21 orang yang dikarantina ini. (M.BADARUDIN/m)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT