Transaksi Haram Antara Sopir dan Penumpang di Depan Sebuah Bengkel
BORNEONEWS.CO.ID | 18/03/2020 15:45
Transaksi Haram Antara Sopir dan Penumpang di Depan Sebuah Bengkel

BORNEONEWS, Sampit - Abdul Latif alias Latif mendapatkan sabu dari penumpang. Sementara terdakwa kesehariannya bekerja sebagai seorang sopir.

Menurut saksi polisi Parwanto, terdakwa mendapatkan sabu terlebih dahulu menghubungi penumpang itu. Setelah janjian sabu itu diserahkan. Menurut saksi terdakwa diamankan pada Selasa, 7 Januari 2020 sekitar pukul 11.00 Wib di Tjilik Riwut Km 1,5 depan sebuah bengkel Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim

Saat digeledah ditemukan 6 paket sabu, serta di kediamannya Jalan Jaya Wijaya, Kecamatan Baamang turut ditemukan timbangan digital, 1 pak plastik klip, sendok dari sedotan, korek api gas, dan bong atau alat hisab sabu.

Sabu dibelinya melalui seorang penumpang di mana terdakwa membelinya dengan harga Rp 3 juta. Kemudian sabu dibagi-bagi untuk dijual lagi. "Terdakwa kita amankan saat kami mengamankan terdakwa sabu di Jalan Tjilik Riwut," katanya.

Dalam kasus ini terdakwa dibidik dengan Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atas sabu seberat 1,59 gram tersebut. (NACO/B-5)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT