Penjambret Kubur Ponsel Hasil Curian di Sekitar Rumah, Alasannya Agar Tidak Bisa Terlacak
BORNEONEWS.CO.ID | 05/03/2020 15:46
Penjambret Kubur Ponsel Hasil Curian di Sekitar Rumah, Alasannya Agar Tidak Bisa Terlacak

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tersangka penjambretan sempat berupaya menyembunyikan jejak agar tidak terlacak, usai menggasak ponsel korban Juriah (52), di Jalan Pangkalan Bun - Kumai, Desa Pasir Panjang. Tersangka sempat mengubur ponsel hasil kejahatan di sekitar rumah, Desa Batu Belaman.

Dalam kasus ini, tersangka Setroli alias Anto (32) bertugas sebagai eksekutor. Sedangkan rekannya, Sahrul (36) bertugas sebagai pengendara motor yang digunakan untuk menjambret. "Ponsel tersebut saya kubur agar tidak bisa terlacak pak," ucap Setroli sambil menunduk menahan sakit luka tembakan polisi di kakinya.

Sememtara itu, rekannya Sahrul yang merupakan residivis kasus serupa tidak bisa mengucapkan kata sepatahpun. Kapolres Kobar AKBP E  Dharma Bahagia Ginting dalam press release, Kamis, 5 Maret 2020 mengatakan berdasarkan pengakuan kedua tersangka, mereka sengaja memepet motor korban untuk mengambil tas.

Pasca pelaporan yang dilakukan korban atas peristiwa yang menimpanya, personel Satreskrim Polres Kobar kemudian bergerak melakukan pelacakan. 

"Hasilnya kedua tersangka ditangkap di rumahnya masing masing yang kebetulan berada satu desa. Karena melakukan perlawanan saat ditangkap, terpaksa keduanya dilumpuhkan dengan tindakan tegas terukur berupa tembakan di kaki," kata Kapolres Kobar. Dalam kasus ini kedua tersangka dijerat dengan Pasal 365 ayat 2 1e dan 2e KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (WAHYU KRIDA/B-11)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT