Siswa SMAN 2 Sampit Berhasil Olah Air Gambut dan Kulit Nanas Menjadi Energi Listrik
BORNEONEWS.CO.ID | 27/02/2020 17:01
Siswa SMAN 2 Sampit Berhasil Olah Air Gambut dan Kulit Nanas Menjadi Energi Listrik

BORNEONEWS, Sampit - Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), memanfaatkan air gambut dan limbah kulit nanas menjadi energi listrik. Latar belakang mereka memanfaatkan itu, karena saat ini energi listrik sangat dibutuhkan. Terutama bagi masyarakat yang ada di pedesaan.  

"Kami memanfaatkan air gambut dan kulit nanas menjadi energi listrik. Dan alhamdulillah dapat menghasilkan energi listrik sebesar 13 volt," ujar Astry Avrillia, siswa Kelas XI IPA SMAN 2 Sampit, saat mengikuti Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna yang digelar Dinas PMDes Kotim, Kamis, 27 Februari 2020.

Dia menerangkan, inovasi tersebut dibuat bersama 3 orang teman satu sekolahnya. Yakni Azkia Lestari Mulyaputeri, Desti Ariani, dan Shabila Fatimah. 

Inovasi tersebut dianggap mereka cukup sederhana dan sudah bisa menyalakan sebuah lampu dengan watt rendah. Karena bahan yang digunakan yakni batrai bekas, air gambut, kulit nanas, indikator universal, lempeng zn atau seng, lempeng cu atau tembaga, dan sterofoam. 

Adapun alat yang dipakai kotak mika, pipa, penjepit buaya, multimeter, LED 12 volt, kabel, serta lumpang dan alu. "Bahan dan alat tersebut didesain dan digunakan untuk menjadi bahan pembangkit listrik," kata Astry.  

Dia menerangkan sengaja menggunakan air gambut dan kulit nanas, karena sangat mudah didapat di Kotim ini. Teknologi air gambut yang berisi lempeng Zn dan Cu dapat menghasilkan energi listrik dengan rangkain seri dan menyalakan lampu bertegangan 12 volt selama 122 jam. 

Sementara, kulit nanas dapat menggantikan pasta baterai bekas dan menghasilkan energi listrik dengan rangkaian listrik dan dapat menyalakan lampu 12 volt selama 144 jam. Baterai tersebut dapat digunakan berulang kali asalkan batang karbon tidak patah. "Mudah-mudahan inovasi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, dan bisa dikembangkan sendiri dirumah," harap Astry. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT