Camat Turun Tangan Kisruh Warga vs Kepala Desa Terkait Video Call dengan Konten Tak Senonoh
BORNEONEWS.CO.ID | 15/02/2020 14:27
Camat Turun Tangan Kisruh Warga vs Kepala Desa Terkait Video Call dengan Konten Tak Senonoh

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Menindaklanjuti permasalahan yang terjadi di masyarakat lantaran beredarnya rekaman video call dengan konten pornografi yang dilakukan oleh oknum kepala desa di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) beberapa waktu lalu, Kantor Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Senin, 24 Februari 2020, menggelar mediasi antara kades yang bersangkutan dengan masyarakat desa.

Akibat tersebarnya rekaman video call dengan konten pornografi tersebut, membuat warga desa merasa resah akibat ulah oknum kades. Usai pertemuan, Camat Arsel Syahrudin menjelaskan agar permasalahan di desa tersebut tidak berlarut-larut, maka pihaknya menginisiasi pertemuan itu.

BACA: Honorer ini Ditangkap karena Mencuri Alat Musik Milik Gereja

"Hasilnya tadi, baik warga desa dan kades sudah saling memaafkan. Karena semua pihak menyadari bila hal ini diperpanjang, maka persoalannya tidak akan selesai-selesai. Terlebih warga desa tersebut semuanya masih ada keterkaitan saudara," kata Camat.

Kapolsek Arsel AKP Rendra Aditia Dhani yang hadir di tempat tersebut menjelaskan sebenarnya masalah ini masih dalam tahap penyelidikan. "Namun bila semua pihak sudah saling memaafkan, tentunya kita lebih mengutamakan penyelesaian menggunakan pendekatan kearifan lokal seperti ini," kata Kapolsek.

Karena, menurut Kapolsek, dalam penanganan masalah seperti ini, pihaknya lebih mengutamakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). 

Hasanudin, salah satu tokoh masyarakat desa yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa usai pertemuan, ia bersedia memberikan  maaf bagi kades, dengan pertimbangan kamtibmas di desanya. "Karena damai itu indah. Bila sudah indah maka semua kita akan bahagia dan mudah mudahan berujung berkah. Untuk mencapai semua itu tentunya kita harus damai," ujar Hasanudin.

Ia mengatakan tidak sedikitpun merasa kalah dengan diambilnya langkah perdamaian antara sang kades dan warga. "Namun saya mengingatkan, harapannya kedepan agar semua pihak bisa saling menjaga diri. Terlebih yang bersangkutan adalah kades yang merupakan pejabat publik. Harapannya ia harus menjaga diri  langkah dan sikap," kata Hasanudin. (WAHYU KRIDA/B-5)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT