Kebakaran Gedung DPR, Saksi Lihat Asap Muncul Saat di Ruangan Ketua MPR Bambang Soesatyo
BORNEONEWS.CO.ID | 24/02/2020 14:51
Kebakaran Gedung DPR, Saksi Lihat Asap Muncul Saat di Ruangan Ketua MPR Bambang Soesatyo

Jakarta - Salah seorang saksi peristiwa asap mengepul di DPR RI, Edison Manurung mengatakan dirinya pertama melihat asap muncul dari atas ruangan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo di lantai 9 Gedung MPR/DPR/DPRD Jakarta, Senin.

"Jam 11.00 WIB, saya ada pertemuan dengan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo membahas percepatan wisata Danau Toba. Dalam perjalanan pembicaraan kami, saya melihat asap di atas," kata Edison saat memberikan keterangan kepada wartawan usai kejadian. Edison mengatakan perasaannya ada kejadian kebakaran, namun ia tidak melihat ada api.

BACA: Asap mengepul di Gedfung Nusantara III

Ia pun berinisiatif keluar ruangan untuk mengecek sumber asap bersama dengan ajudan Bambang Soesatyo. "Saya keluar pintu, saya panggil ajudan, saya panggil semua staf. Eh lihat, asap itu," kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Masyarakat Danau Toba itu.

Begitu yakin melihat asap semakin tebal, Edison pun menyuruh ajudan Bambang Soesatyo mengajak Ketua MPR RI itu keluar ruangan untuk menyelamatkan diri ke lantai bawah. Mereka turun menggunakan lift yang pada saat itu berposisi terbuka.

"Kami naik ke lift, sehingga di lift itu banyak asap, kami turun ke bawah. Dihadang dengan asap tadi dan puji tuhan saya bisa selamat sampai sekarang," kata Edison.

Namun, ia mengatakan Ketua MPR RI masih berada di atas ketika ia turun karena saat itu lift sudah kelebihan muatan. "Iya, pak Bamsoet masih di ruangannya sama ajudan," ujar dia. Namun, sekarang ia belum tahu kabar kondisi terkini Ketua MPR RI tersebut.

Sebelumnya, asap tiba-tiba mengepul di Gedung Nusantara III Gedung DPR RI Jakarta Pusat, Senin, 24 Februari 2020. Asap timbul sejak jam 12.00 WIB.

Diperkirakan api berada di Lantai 8 Gedung Nusantara 3. Situasi pemadaman masih berlangsung dengan diterjunkan 5 Unit Mobil Pemadam Kebakaran ke lokasi. Hingga kini, petugas masih melakukan proses penyisiran dan pendinginan. Belum diketahui apakah ada korban dan berapa kerugian akibat peristiwa tersebut. 

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT