Virus Corona Buat Harga Sarang Walet Anjlok, Begini Ceritanya...
BORNEONEWS.CO.ID | 06/02/2020 15:37
Virus Corona Buat Harga Sarang Walet Anjlok, Begini Ceritanya...

BORNEONEWS, Sampit - Harga sarang walet di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan sekitarnya mengalami penurunan. Hal itu informasinya karena terdampak penyebaran virus corona di Cina yang terjadi saat ini. "Kemungkina besar harga sarang walet turun saat ini terpengaruh adanya virus corona di China," ujar pembeli sarang burung waler di Kotim Wiyono, Rabu, 5 Februari 2020. 

Menurut Wiyono, berdasarkan keterangan pengusaha walet yang besar saat ini ekspor sarang ke Cina mengalami kendala. Hal itu karena banyak  penerbangan ke Cina yang ditunda bahkan ditutup. "Saat ini pembeli terbesar dari Cina. Sedangkan pengiriman ke negara tersebut banyak tertunda, karena penerbangan ditutup," kata Wiyono. 

Baca: Pengguna Knalpot Racing Bisa Didenda Rp 500 Ribu

Sementara, Ardianur, salah satu pengusaha sarang walet lainnya mengatakan, saat ini harga walet memang sedang turun. Sehingga para pengepul yang masih kecil tidak berani membeli sarang dalam jumlah besar. Karena takut harga sewaktu-waktu turun kembali. "Kalau pengusaha kecil seperti kami ini tidak berani stok banyak. Karena takut harga kembali anjlok," terang Ardianur. 

Bahkan pihaknya jika mendapatkan sarang yang dijual oleh masyarakat, akan langsung dijual lagi. Karena tidak berani menyetok lebih banyak, takut rugi.  

Sementara, untuk harga sarang walet sendiri saat ini yakni mangkok Rp 10 juta per kilogram, sudut Rp 8 juta, dan patahan Rp 7 juta. Sedangkan harga 20 hari yang lalu yakni masih di harga mangkok masih pada kisara Rp 13 juta sampai Rp 14 juta, sudut Rp 9 juta, dan patahan Rp 8 juta. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

BORNEONEWS.COM


BERITA TERKAIT