Harga Kelelawar di Palangka Raya Anjlok Gara-gara Virus Corona
BORNEONEWS.CO.ID | 31/01/2020 19:02
Harga Kelelawar di Palangka Raya Anjlok Gara-gara Virus Corona

BORNEONEWS, Palangka Raya - Viralnya penyakit virus Corona yang disinyalir berasal dari sup kelelawar ternyata juga berdampak pada penjualan daging kelelawar di Kota Palangka Raya. Harganya kini anjlok.

Baca juga: DPRD Kalteng Cek Kesiapan Doris Sylvanus Antisipasi Virus Corona

Pantuan Borneonews.co.id, penjual kelelawar di Pasar PU, pasar yang menjual bahan masakan khas Dayak hanya ada satu. Padahal biasanya minimal ada 3 pedagang yang menjual daging kelelawar.

"Sepi yang beli, tidak tahu kenapa. Hari ini cuma sediakan 4 ekor, belum ada yang laku. Itu saya potong-potong yang 1 ekor, yang 3 ekor masih di situ," kata salah seorang pedagang yang tidak mau disebutkan namanya, Kamis 30 Januari 2020.

Menurut pedagang, biasanya para menjual kelelawar utuh dengan harga Rp 75.000 per ekor. Tapi kali ini karena pembeli juga semakin berkurang maka harganya anjlok hingga ke harga Rp 40.000.

"Biasa Rp75.000 per ekor yang besar ini ambil saja Rp 40.000," tawarnya. Meski dijual murah, namun hingga pagi belum ada pembeli yang membeli hewan nokturnal ini. (TESTI PRISCILLA/B-6)


BERITA TERKAIT