Remaja di Kalteng Berkali-kali Curi Kotak Infak untuk Beli Voucer Game Online
BORNEONEWS.CO.ID | 23/01/2020 13:10
Remaja di Kalteng Berkali-kali Curi Kotak Infak untuk Beli Voucer Game Online
Terdakwa MHS telah empat kali mencuri kotak amal hanya untuk membeli diamond atau vocher game online. Saat ini dia menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, Rabu, 22 Januari 2020

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Terdakwa MHS (19) telah melakukan empat kali mencuri kotak amal dan lantaran kecanduan game online. Fakta ini dia akui saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, 22 Januari 2020.

Dia juga mencuri uang dan emas di salah satu warung di Pangkalan Banteng. "Semua uangnya buat beli Hp dan sisanya buat beli pulsa dan ditukar diamond di game online Free Fire," jelasnya.

Ia mengakui, dengan menggunakan Hp hasil uang curiannya yaitu Redmi Note 7, main game-nya semakin lancar. Bahkan dalam sehari ia bisa membeli pulsa sebesar Rp 500 ribu.

"Saya belikan diamond, lalu ditukarkan dengan baju atau item, dan tasnya di game," ungkapnnya.

Majelis hakim tidak habis pikir uang Rp 9 juta hanya dihabiskan untuk main game online.

"Usiamu masih muda, belajarlah dan sekolahlah yang bener, jangan ikuti yang jelek - jelek. Dunia itu hanya dunia maya, jangan diikuti," tegasnya.

Aksi pertama dan kedua, terdakwa lakukan di Kafe JR Black di Jalan Ahmad Yani Km 65 Desa Karang Mulya RT 22 Kecamatan Pangkalan Banteng dan di dalam kafe tersebut terdakwa mengambil dua kali kotak amal milik Pondok Pesantren Suniah Salafiyah yang ditipkan ke Kafe JR Black.

Pertama mengambil Rp 600 ribu dan kedua Rp 300 ribu. Ketiga kalinya disebuah warung di Jalan Ahmad Yani Km 65 Desa Karang Mulya, RT 22 Kecamatan Pangkalan Banteng, terdakwa mengambil uang di tas korban sebesar Rp 3.700.000, dan kalung emas 10 gram.

Jadi totalnya sekitar Rp 6.700.000. Kemudian aksi ke empatnya, bertempat di sebuah toilet umum yang berada di belakang warung makan Meong Desa Karang Mulya RT 23, Kecamatan Pangkalan Banteng, diambillah kotak amal milik Masjid Al-Muhajirin, yang diletakan di depan toilet umum, dan mengambil uangnya sebesar Rp 600.000.

Aksi kelimanya ia kembali mengambil kotak amal disebuah toilet umum di depan toko Kiki Collection yang berada di Desa Karang Mulya RT 23, Kecamatan Pangkalan Banteng, terdakwa mengambil uang tunai kurang lebih sebesar Rp 800.000.

Semua perbuatan terdakwa dilakukan sejak Agustus - September 2019. Terdakwa dijerat Pasal 363 ayat 1 ke-3 dan ke-5 KUHP junto Pasal 64 dan Pasal 363 ayat 2 junto Pasal 64. (DANANG/B-6)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT