Gara-gara Suara Berisik Burung Walet, Dua Lelaki Duel Tombak Lawan Kapak
BORNEONEWS.CO.ID | 12/12/2019 15:07
Gara-gara Suara Berisik Burung Walet, Dua Lelaki Duel Tombak Lawan Kapak

BORNEONEWS, Sampit - Lodianur dijatuhi hukuman selama 11 bulan penjara atas kasus penganiayaan hanya gara-gara terganggu suara burung walet. Sementara sebelumnya, terdakwa dituntut hukuman selama 16 bulan penjara.

Atas vonis yang dibacakan oleh Darminto Hutasoit selaku ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Sampit, Kamis, 12 Desember 2019 tersebut, terdakwa menyatakan menerima. "Perbuatan terdakwa sebagaimana Pasal 351 Ayat 1 KUHP. Dalam dakwaan tunggal penuntut umum," kata Darminto.

BACA: Ganjaran untuk Penganiaya Adik Ipar

Perbuatan itu dilakukan Lodianur pada Jumat, 27 September 2019 sekitar pukul 19.00 Wib di Desa Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotim. Perbuatan itu lantaran terdakwa marah karena suara walet dari gedung milik korban.

Korban kemudian memintanya keluar, akan tetapi terdakwa keluar membawa tombak dan kapak. Tombak itu sempat diarahkan ke korban namun berhasil ditangkis. Hingga korban mengambil tombak ikan. Namun saat itu terdakwa menyerangnya dengan kapak.


BERITA TERKAIT