Penggelembungan Dana Konsumsi di Dinas Pendidikan Kalteng, 19 Orang Jadi Tersangka
BORNEONEWS.CO.ID | 29/11/2019 08:50
Penggelembungan Dana Konsumsi di Dinas Pendidikan Kalteng, 19 Orang Jadi Tersangka
Ilustrasi korupsi

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penyidik Polda Kalteng bersama Kejati Kalteng bongkar kasus korupsi di Dinas Pendidikan Kalteng dan telah mengamankan 19 orang tersangka.

Kasi Penuntutan Kejati Kalteng, Rabani mengatakan, pihaknya sudah menerima Surat Perintah Fimulainya Penyidikan (SPDP) di akhir Oktober 2018. Dari SPDP tersebut diketahui, kasus korupsi dana konsumsi dan akomodasi di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) terjadi di 2014 lalu.

BACA: Kejati Kalteng Periksa 21 Saksi Dalam Kasus Korupsi PDAM Kapuas

Ia menambahkan, SPDP tersebut menyeret beberapa tersangka di antaranya, Bg, Hn, So, Md, Si, Le, Si, Yi, Hi, Ei, Sn, Si,Ys, Rn, Hi. Termasuk juga Kepala Disdik yang menjabat saat itu Dr juga ikut terseret.

"Dari SPDP kasus korupsi konsumsi dan akomodasi di Disdik tahun 2014. Dari sini diketahui jika ada 19 orang yang sudah ditetapkan tersangka," ujar Ribani, Selasa, 26 November 2019.

Ia menambahkan, dari 19 orang yang sudah diamankan sebagai tersangka tersebut, tidak hanya mereka yang menjabat sebagai ASN. Namun pegawai honorer juga ikut terlibat.

"Di sini bukan hanya ASN saja, pegawai honor pun ikut terseret dan jadi tersangka," pungkasnya.

Kerugian negara akibat kasus korupsi penggelembuangan dana konsumsi dan akomodasi Dinas Pendidikan Kalteng 2014 mencapai Rp 5,2 miliar.

Asisten Pidana Umum (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng) Adi Santoso, melalui Kasi Penuntutan Rabani mengatakan, penganggaran atas dana konsumsi dan akomodasi tersebut mencapai Rp 16 miliar.

"Pagu anggarannya Rp 16 miliar. Dari penghitungan BPK ditemukan adanya penggelembungan senilai Rp 5,2 miliar," ujar Rabani, Selasa, 26 November 2019.

Ia menambahkan, pihaknya akan mengerahkan 11 hingga 15 jaksa dalam menangani kasus ini. Mengingat jumlah tersangka yang tercantum dalam SPDP mencapai 19 orang.

BACA: Tersangka Kasus Korupsi PDAM Kapuas Segera Ditetapkan

"Kami akan menempatkan 11 sampai 15 jaksa untuk menangani kasus ini. Karena kalau dilihat juga jumlah tersangkanya cukup banyak sampai 19 orang," tambahnya.

Diketahui, dalam kasus korupsi dana konsumsi dan akomodasi tahun 2014 ini, juga ikut menyeret nama mantan Kadisdik Damber Liwan sebagai salah satu tersangka. (AGUS/B-2)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT