Yunus Tega Membunuh Temannya Hanya Karena Mimpi
BORNEONEWS.CO.ID | 31/10/2019 15:25
Yunus Tega Membunuh Temannya Hanya Karena Mimpi
YU, terdakwa kasus pembunuhan di Pengadilan Negeri Sampit.

BORNEONEWS, Sampit - Yunus tega membunuh rekan kerjanya, Toni, setelah ia terus dibayang-bayangi oleh mimpi buruk. Itu diutarakannya saat di depan majelis hakim Pengadilan Negeri Sampit yang diketuai Muslim Setiawan, Rabu, 30 Oktober 2019.

"Saya bermimpi waktu itu, anak saya dikejar-kejar dan mau dibunuh, keluarga saya mau di bunuh, lalu saya gelisah," kata terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya Bambang Nugroho itu.

BACA: Pembunuh Paman dan Bibi Sendiri Ini Divonis 13 Tahun Penjara

Hingga selama sepekan gilasah terdakwa keluar dari rumahnya dan menemukan kapak di tempat mertuanya dan langsung berlari menuju ke kediaman Toni lalu menghabisinya. "Tiga kali saya kapak," ucapnya.

Hingga Toni tewas bersimbah darah. Kejadian pada Minggu, 30 Juni 2019 di mess karyawan PT WSSL Dusun Natai Tabuk, Desa Pembuang Hulu I, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan.

Terdakwa mengaku sebelumnya tidak pernah ada permusuhan dengan Toni. Akan tetapi waktu itu dalam benaknya langsung menghampiri Toni dan menghabisinya.

Saat majelis hakim menanyakan seperti apa dalam mimpiya itu dan siapa yang akan membunuh keluarganya terdakwa tidak bisa menjelaskannya.

"Itu mimpi dari setan namanya, harusnya bawa sering-sering ibadah," tukas majelis hakim kepadanya.

Terdakwa mengaku menyesal atas apa yang diperbuatnya itu. Akibat perbuatannya itu pria asal Jawa Barat itu kini ditinggal oleh anak dan istrinya ke kampung halamannya.

Terdakwa juga menurut rekan-rekannya di Lapas Kelas IIB Sampit sering bersikap aneh hingga pernah menuntut ilmu hitam atau pesugihan.

Menurut pengakuan para tahanan di Lapas Sampit, terdakwa memang tidak terlalu bebas seperti rekan-rekannya sesama tahanan.

"Dia lebih banyak di dalam blok saja. Karena prilakunya sering aneh. Sering ngobrol sendiri, garuk-garuk kepala bahkan lengah sedikit saja petugas dia langsung ke penjagaan mau pulang katanya," kata salah seorang tahanan usai sidang, Rabu, 30 Oktober 2019.

Bahkan menurutnya, terdakwa kerap kali berucap ingin membalas dendam. Namun kepada siapa terdakwa tidak mengutarakannya secara jelas.

Saat hakim memintanya untuk banyak beribadah, terdakwa mengaku jarang beribadah lantaran jarang mandi. "Saya kotor yang mulia karena jarang mandi," ucapnya.

Selain itu kepada hakim, Yunus mengaku pernah ingin menuntut ilmu untuk pesugihan namun tidak jadi. Namun saat ditanya apakah dia ada memiliki ilmu terdakwa menyangkalnya.

BACA: Usai Menipu Ponsel Mau Dijual, Ternyata Ditawarkan ke Rekan Korban

Sementara itu, korban Toni tewas bersimbah darah dihabisi Yunus pada Minggu, 30 Juni 2019 di mess karyawan PT WSSL Dusun Natai Tabuk, Desa Pembuang Hulu I, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan.

Korban dibacok dengan kapak sebanyak 3 kali. Terdakwa berdalih sering mimpi buruk dan keluarganya akan dibunuh oleh seseorang melalui mimpinya itu. (NACO/B-5)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT