Terjaring Razia, Anggota DPRD Kapuas dari Nasdem Positif Konsumsi Narkoba
BORNEONEWS.CO.ID | 10/10/2019 08:30
Terjaring Razia, Anggota DPRD Kapuas dari Nasdem Positif Konsumsi Narkoba
Anggota Polda Kalteng melakukan tes urine kepada pengendara saat melakukan Operasi Antik, Rabu 9 Oktober 2019. Dari operasi ini didapi seorang Anggota DPRD Kapuas berinisial B positif mengonsumsi obat terlarang

BORNEONEWS, Palangka Raya -  Anggota DPRD Kabupaten Kapuas terjaring Operasi Antik yang dilakukan Polda Kalteng di Jalan Trans Kalimantan, Kecematan Sebangau, Kota Palangka Raya, karena positif mengonsumsi metamfetamin, narkoba jenis sabu, Rabu 9 Oktober 2019.

Wakil rakyat berinisial B ini harus diamankan karena terbukti mengonsumsi obat terlarang saat dilakukan dites urine. "Dia mengakunya tidak memakai obat terlarang, tapi pas dites urine positif Metamfetamin," ujar Kabag Binops Ditresnarkoba Polda Kalteng, AKBP Hatotoyo.

BACA: Polisi Gunakan Anjing Pelacak Geledah Tas dan Mobil Anggota DPRD Kapuas

Pembuktian penggunaan obat terlarang oleh politisi Nasdem ini tidak hanya melalui pengecekan urine saja, tapi juga melalui pengakuan salah seorang perempuan yang satu mobil dengannya.

Saat terjaring dalam Operasi Antik yang gelar Polda Kalteng oknum anggota DPRD Kapuas tidak sendirian. Wakil rakyat berinisial B ini juga bersama seorang perempuan berstatus mahasiswi. 

Ketika ditanya oleh petugas kepolisian, politisi B mengatakan bahwa perempuan berinisial T yang dibawanya dari Banjarmasin tersebut merupakan saudari sepupunya. 

"Katanya sih saudari sepupunya, benar apa ngga ya nanti kita dalamilah," ujar Kabag Binops Ditresnarkoba Polda Kalteng AKBP Hartoyo, Rabu 9 Oktober 2019.

Usai terjaring dan dilakukan tes urine, pria bergelar sarjana hukum dengan wanita berstatus mahasiswi tersebut positif obat terlarang jenis Metamfetamin.

"Pengakuan dari perempuan katanya mereka minum satu-satu pil. Makanya keduanya positif," ujar Hartoyo. 

Tidak hanya positif menggunakan obat terlarang, dari mobil Inova yang digunakan oleh wakil rakyat tersebut ditemukan tisu magic saat dilakukan penggeledahan.

Usai dilakukan pengecekan urine, keduanya langsung dibawa ke Mapolda Kalteng untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Kapuas masih menunggu proses hukum atau penetapan tersangka untuk menentukan langkah selanjutnya terkait oknum anggota DPRD Kapuas yang terjaring Operasi Antik dan disebut positif menggunakan obat terlarang.

Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Kapuas Wahyudinata mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari aparat penegak hukum dan prosesnya. Guna menentukan langkah selanjutnya dari partai terkait kasus yang menimpa kader mereka.

BACA: Polisi Periksa Belasan Mahasiswi dalam Kasus Pelecehan Seksual oleh Oknum Dosen

"Iya, kami sudah dapat informasi ini. Tapi kami masih menunggu hasil dan penetapan tersangka dulu," ucap Wahyudinata saat dimintai konfirmasi Borneonews.co.id melalui telepon, Rabu, 9 Oktober 2019.

Ia menegaskan, mengacu pada peraturan atau instruksi dari DPP Nasdem, bila ada anggota DPRD dari Partai Nasdem jadi tersangka narkoba dan korupsi, maka harus ditindak tegas.

"Kalau dua kasus itu menjerat, maka akan dilakukan pemecatan sebagai anggota partai dan jabatan anggota DPRD akan di PAW," tegasnya.(ARNOL/B-5) (DODI RIZKIANSYAH/B-3)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT