Hati-hati dengan Sabun, Adu Jotos itu Bisa Bermula dari Sabun
BALIPOST.COM | 12/12/2019 15:50
Hati-hati dengan Sabun, Adu Jotos itu Bisa Bermula dari Sabun

DENPASAR, BALIPOST.com – Rumah kos di Jalan LC Batu Bidak, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, menjadi arena keributan pada Rabu (11/12) lalu. Dua warga Sumba, NTT, Frengki Yanus Wanda (26) dan Robinson Frans Munde (23), adu jotos. Bahkan, Robinson sempat dikeroyok hingga luka. Kasus ini terjadi hanya gara-gara sabun cuci piring jatuh saat hujan.

“Bukannya turut menjaga kamtibmas menjelang Nataru, mereka malah ribut. Ini kejadian kedua kalinya terjadi di pertengahan Desember ini,” ujar sumber, Kamis (12/12).

Dari keterangan Frengki saat diinterogasi polisi, pada pukul 18.00 Wita turun hujan deras. Ia yang berada di lantai 2 memberi tahu tetangga kosnya, Yanti (19), bahwa sabun cuci piringnya jatuh. Yanti jawab “memangnya kenapa?”

Oleh karena tersinggung, Frengki langsung membentak Yanti. Tak terima dengan kata-kata Frengki, Yanti menelepon seseorang. Tak lama kemudian datang Robinson Frans Munde. “Robinson bertanya kepada Frengki kenapa membentak Yanti,” kata sumber.

Frengki lalu memukul Robinson. Robinson membalas dan terjadilah perkelahian. Berdasarkan keterangan Robinson, saat itu dirinya baru saja pulang dari bekerja sebagai satpam bank di Jalan Gatot Subroto Tengah, Denpasar. Saat tiba di TKP, Robinson bertanya perihal Yanti dibentak sampai menangis. “Robinson mengaku dipukul duluan. Robinson membalasnya dan terjadilah perkelahian,” kata sumber yang enggan disebut identitasnya ini.

Baca juga:  Diguyur Hujan, Pelinggih Pura Roboh

Diduga karena kalah, Frengki mencari teman-temannya dan datang sekitar tujuh orang ke TKP. Mereka langsung mengepung Robinson lalu melakukan pengeroyokan. Akibat kejadian itu, Robinson menderita luka lebam di bagian pelipis kanan dan kiri serta robek di bagian mulut.

Pukul 20.30, anggota Polsek Kuta Utara tiba di TKP. Para pelaku melarikan diri. Setelah berkoordinasi dengan tokoh warga Sumba Barat diketahui para pelaku tinggal di Jalan Muding Mundeh, Kerobokan Kaja, Kuta Utara.

Kepada tokoh warga Sumba, petugas minta agar pelaku pengeroyokan datang ke Polsek Kuta Utara. “Didampingi tokoh warga Sumba, para pelaku datang ke polsek dan mereka langsung diamankan,” jelasnya.

Kapolsek Kuta Utara AKP Dewa Putu Gede Anom Danujaya membenarkan kejadian tersebut dan para pelaku diamankan di polsek. “Kami sudah suruh buat laporan tapi mereka tidak mau. Alasannya masih ada hubungan keluarga. Saya juga heran mereka masih kerabat atau keluarga tapi berkelahi? Padahal saya sudah mengimbau seluruh komponen masyarakat turut menjaga kamtibmas, apalagi menyambut perayaan Nataru,” tandasnya. (Ngurah Kertanegara/balipost)

BALIPOST.COM

 


BERITA TERKAIT