Pekarangan Rumah di Bali Diduga Jadi Kuburan Korban Tragedi 1965, Warga Temukan Tulang yang Sudah Pecah
BALIPOST.COM | 04/12/2019 12:00
Pekarangan Rumah di Bali Diduga Jadi Kuburan Korban Tragedi 1965, Warga Temukan Tulang yang Sudah Pecah
Korban pelanggaran HAM tahun 1965/66 melakukan aksi di pelataran gedung Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (4/6). ANTARA/Fanny Octavianus

NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah warga di Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Rabu (4/12) siang melakukan penggalian lahan pekarangan rumah yang diduga merupakan kuburan massal. Di lahan yang terdapat bangunan rumah itu dulunya ada sumur yang digunakan untuk mengubur 7 orang warga.

7 orang ini di kubur ketika tragedi berdarah tahun 1965. Proses penggalian dilakukan oleh pihak pemilik rumah menggunakan alat berat.

BACA: Mesin E-Parking Senilai Rp 100 Juta Sudah Hampir Setahun Jadi Pajangan

Selain bangunan rumah yang dibongkar alat berat juga menggali sedalam 8 meter. Sejumlah tulang belulang yang sudah pecah ditemukan warga dari lubang tersebut.

Salah seorang saksi hidup, I Ketut Suara (77), meyakini lokasi di bangunan rumah itu terdapat sumur yang merupakan kuburan beberapa orang. Dua orang dikenalinya, yang tidak lain kerabat pemilik rumah.

Sedangkan 5 orang lainnya ia tidak tahu. “Saya dulu mendengar saja dari informasi, di sini memang tempat dikuburnya mereka,” ujar lansia ini.

BACA: Baru Dua Tahun, Plafon SMP 2 Mengwi Jebol

Upaya penggalian ini dilakukan sendiri oleh pemilik rumah dengan menyewa alat berat. Rumah ini milik almarhum Ketut Sangga yang meninggal beberapa bulan lalu.

Oleh anaknya, Kade Suryawan akhirnya diputuskan untuk menggali tanah yang diduga menjadi kuburan massal itu. (Surya Dharma/balipost)

BALIPOST.COM


BERITA TERKAIT