Kolam Ikan Koi di Pura Tirta Empul Dulu Kolam Latihan Tentara, Begini Kisahnya...
BALIPOST.COM | 03/10/2019 19:07
Kolam Ikan Koi di Pura Tirta Empul Dulu Kolam Latihan Tentara, Begini Kisahnya...

GIANYAR, BALIPOST.com – Pura Tirta Empul di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring memang terkenal dengan petirtaan sebagai tempat untuk melukat. Tidak hanya itu, di areal pura tersebut juga terdapat kolam ikan koi.

Namun siapa menduga bila kolam yang setiap harinya menarik perhatian wisatawan ini, ternyata dibangun bersamaaan dengan istana Tampaksiring. Bahkan dulunya menjadi tempat latihan tentara. Penyarikan Desa Adat Manukaya Let, I Made Kuntung mengungkapkan, Selasa (1/10).

Baca juga:  Jaga "Taksu," Tawur Mesapuh Agung Digelar di Pura Tirta Empul

Dikatakan kolam ikan itu dulunya adalah kolam renang yang dibangun sekitar 1957. Pembangunan itu bersamaan dengan berdirinya istana Tampaksiring di era Presiden Ir. Soekarno. “Sebelum kolam renang, di sini ya hanya ilalang, kemudian bersamaan dengan pembangunan istana dibuatlah kolam renang ini,” ucapnya.

Dikatakan kala itu kolam renang ini dibuat dengan ukuran panjang 24 meter, lebar 12 meter dan kedalaman 2,5 meter. Kala itu kolam tersebut lebih dominan dimanfaatkan untuk latihan tentara. Termasuk juga dimanfaatkan oleh warga sekitar. “Lebih sering untuk latihan tentara, karena bersebelahan dengan istana negara,” katanya.

Kolam renang itu juga banyak dimanfaatkan oleh warga setempat serta pengunjung. Meski kala itu sudah dikelola, namun pengunjung tidak dikenakan tarif.

Namun memasuki era 2000-an, warga setempat menilai tidak etis ada kolam renang di areal kawasan suci. “Jadi waktu itu krama sepakat untuk menguatkan kawasan Pura Tirta Empul sebagai areal suci, sehingga keberadaan kolam renang diganti menjadi kolam ikan,” ucapnya.

Proses perbaikan ini dilakukan sekitar 2003. Ukuran kolam pun diperkecil yakni panjang 20 meter, lebar 12 meter dan ke dalam 1,5 meter. Di kolam ini juga ditebar ikan koi, yang hingga kini jumlahnya sekitar tiga ribu lebih, dengan ukuran besar. ” Kita perkecil, dari panjang dan diurug lagi satu meter, ” ucapnya.

Meski kini menjadi kolam ikan, kolam tersebut nampaknya sangat menarik perhatian pengunjung baik wisatawan maupun pemedek yang selesai melukat. Karena tidak jarang mereka datang ke kolam itu hanya sekedar untuk berfoto, sembari memberi ikan makan yang sudah disediakan oleh petugas. Sehingga kolam berisikan ribuan ikan kowi itu menjadi salah satu tempat yang favorit untuk beristirahat di kawasan Pura Tirta Empul. (Manik Astajaya/balipost)

BALIPOST.COM

 


BERITA TERKAIT