Ngaben Massal Diiringi Lembu 7,5 Meter dan Berat 3 Ton
BALIPOST.COM | 08/07/2019 14:25
Ngaben Massal Diiringi Lembu 7,5 Meter dan Berat 3 Ton

GIANYAR, BALIPOST.com – Ngaben massal digelar di Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar pada Sabtu, 6 Juli 2019, lalu. Mengiringi rangkaian upacara Pitra Yadnya menuju setra setempat, sudah dibuat lembu khusus dengan tinggi 7,5 meter dan berat diperkirakan mencapai 3 ton lebih.

Lembu itu akan digotong oleh 500 krama, ecara estapet sejauh 1 kilometer. Undagi lembu, Gusti Made Armada menerangkan pembuatan lembu ini sudah dikerjakan selama sebulan lebih. Ia sendiri dibantu oleh rekannya.

“Pembuatannya selama satu bulan, dibantu lima orang rekan saya. Mereka masing-masing sudah memiliki tugas, ada yang membuat hiasannya, tatakan lembu, hingga pembuat kerangka,” tuturnya.

Pria asli Banjar Pekandelan, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh mengatakan lembu itu memang sengaja didesain supaya besar dan berat. Hingga kini memiliki ukuran tinggi 7,5 meter dan berat sekitar 3 ton.

Dikatakan saat prosesi Pitra Yadnya hari itu, lembu tersebut menjadi tempat sawa yang berjumlah delapan sawa. Karena prosesi ngaben di desa setempat masih secara ngagah, sehingga sengaja dibuatkan lembu yang berukuran besar tersebut. “Kalau dulu di Puri Ubud saya pernah buat yang berukuran 8,5 meter sekitar tahun 2006 lalu. Makanya dalam proses pembuatannya ini saya tidak terlalu menemukan kendala yang berarti. Tepat dalam sebulan sudah siap untuk digotong menuju setra saat ngaben,” kata dia.

Baca:  Kembali, Bali Post Kirimkan Bantuan Gempa Lombok

Prosesi pengabenan di sana pun ia memaparkan akan berlangsung Satu hari ini sekitar pukul 13.00 Wita. Lembu raksasa itu akan digotong oleh ratusan krama menuju setra yang jaraknya sekitar 1 kilometer. “Dalam sanan itu 70 orang cukup untuk mengangkatnya, belum lagi yang di samping-sampingnya bisa mencapai 80-an orang. Selain krama secara skala, biasanya saat prosesi akan ngundang penyandang secara niskala. Yaitu dengan mengundang yang disebut dengan gamang (bhuta kala, red) di areal sungai maupun jurang yang ada di sana,” tandasnya. (Manik Astajaya/balipost)


BERITA TERKAIT