Bali Peringkat 4 Penggunaan Bahan Berbahaya Pada Makanan
BALIPOST.COM | 01/07/2019 11:15
Bali Peringkat 4 Penggunaan Bahan Berbahaya Pada Makanan

BALIPOST.com – Denpasar - Rhodamin B, pewarna merah tekstil merupakan bahan berbahaya dalam penggunaan pada makanan. Dan, Bali menduduki peringkat keempat tertinggi di Indonesia dalam penggunaan bahan berbahaya pada makanan tersebut, menurut Kepala BBPOM di Denpasar Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt. saat peringatan World Food Safety, pada Ahad, 30 Juni 2016.

Adhi mengatakan, penyalahgunaan bahan berbahaya untuk pangan di Bali masih cukup tinggi. Hal tersebut  menjadi perhatian BBPOM di Denpasar untuk mengedukasi masyarakat lebih gencar lagi. “Kami didukung Pemerintah Provinsi, Pemkab/pemkot juga secara bersama-sama dengan masyarakat,” katanya.

Pemerintah Provinsi Bali pun mendukung BBPOM dengan mengeluarkan Pergub tahun 2019 tentang penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan. Tak hanya itu, SK tim koordinasi terpadu terkait keamanan pangan pun sudah ada.

BBPOM Denpasar yang didukung tim penggerak PKK Provinsi Bali berperan aktif mengedukasi organisasi dan ke desa-desa. “Walaupun secara operasional, kami sudah lakukan kerja sama yang baik dengan lintas sektor dan OPD,” ujarnya.

Baca juga:  Komponen Masyarakat ke DPRD Bali, Bahas Ini

BBPOM Denpasar telah membentuk kader keamanan pangan di desa dan kader POPA (Peduli Obat dan Pangan Aman). BBPOM Denpasar juga bekerjasama dengan Unud memberikan pembekalan pada mahasiswa-mahasiswa KKN terkait keamanan obat dan makanan. “Sehingga mereka di tempat KKN-nya sendiri-sendiri juga bisa mengedukasi masyarakat. Jadi lebih banyak coverage masyarakat yang terpapar edukasi keamanan pangan kita,” kata Adhi, menjelaskan.

Surat Edaran tim koordinasi provinsi juga telah diedarkan kepada warung, pedagang untuk tidak menjual bahan berbahaya. “Beberapa bulan lagi kita monitoring. Kalau masih menjual pangan mengandung bahan berbahaya, kita beri sanksi,” katanya.

Ia berharap, tahun ini, masalah penyalahgunaan bahan berbahaya dapat diselesaikan. Melalui sosialisasi dengan mengusung tema Keamanan Pangan adalah Tanggung Jawab Kita Bersama dalam peringatan World Food Safety, Adhi berharap semua pihak baik pemerintah, akademisi, masyarakat, pelaku usaha, media dapat secara bersama-sama untuk bertanggung jawab terhadap keamanan pangannya. (Citta Maya/balipost)

 


BERITA TERKAIT