Korupsi Biogas, Anggota DPRD dan Istri Divonis Penjara Satu Tahun
BALIPOST.COM | 09/05/2019 16:02
Korupsi Biogas, Anggota DPRD dan Istri Divonis Penjara Satu Tahun
Gede Gita Gunawan (42) dan istrinya Thiarta Ningsih (35) usai divonis masing-masing selama satu tahun penjara. (BP/asa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Oknum anggota DPRD Klungkung, terdakwa Gede Gita Gunawan (42) dan istrinya Thiarta Ningsih (35) selaku Dirut CV Buana Raya, Rabu (8/5) dihukum selama satu tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar. Mereka dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, dalam proyek energi terbarukan biogas.

Majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila, kemudian menjatuhkan hukuman pada Gede Gita Gunawan selama setahun penjara dan denda Rp 50 juta, subsider satu bulan kurungan. Sedangkan istrinya, Thiarta Ningsih, juga dipidana yang sama.

BACA: Kasus Korupsi Santunan Kematian, Dua Oknum Kadus Divonis 4 Tahun

Yang membedakan, sang istri diwajibkan mengganti uang kerugian negara sebesar Rp 792.912.654. Jika tidak mau membayar, dipidana tambahan selama tiga bulan. Dalam perkara ini, pasutri ini dijerat Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No.20/2001 tentang Perubahan Atas UU No.31/ 1999 tentang Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus ini mencuat berawal dari temuan tahunan BPK. Temuan tersebut menyatakan bahwa ada proyek tidak termanfaatkan di Kecamatan Nusa Pendia. Setelah didalami, proyek tersebut merupakan pemasangan proyek energi terbarukan biogas senilai Rp 896.870.700 yang bersumber dari DAK Kementerian ESDM dan dana pendamping dari Pemkab Klungkung 10 persennya. Proyek tersebut leading sektornya di Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, dan KB saat itu.

BACA: Bawa Ganja, Model Asal Belarusia Divonis 8 Bulan

Dalam perkara ini, juga terseret I Made Catur Adnyana (56), selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Pria yang didampingi kuasa hukumnya Wayan Sumardika, I Made Sonder dan Lee Fransisco, itu juga divonis bersalah dan dihukum selama satu tahun penjara oleh hakim Tipikor, juga pimpinan Wayan Sukanila. Terdakwa juga dikenakan denda Rp 50 juta, subsider satu bulan kurungan. Menyikapi putusan itu, terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Baca selengkapnya di BALIPOST.COM


BERITA TERKAIT