Polisi Didesak Usut Kasus Pedofilia Pemilik Ashram
BALIPOST.COM | 13/02/2019 12:00
Polisi Didesak Usut Kasus Pedofilia Pemilik Ashram

DENPASAR, BALIPOST.com – Komisi IV DPRD Bali kembali membahas kasus pedofilia, khususnya yang diduga melibatkan penekun spiritual sekaligus pemilik ashram di Klungkung. Dewan tidak saja menghadirkan Solidaritas Warga Anti Paedofilia (SWAP), tapi juga mengundang Polda Bali, DP3A Bali, KPPAD Bali, P2TP2A Bali, Dinas Sosial Kabupaten Klungkung, serta beberapa LBH.

Aktivis Pemerhati Anak yang tergabung dalam SWAP, Siti Sapurah mengaku sudah memberikan informasi kepada kepolisian bahwa data-data korban pedofilia ada di Psikiater, LK. Suryani. Pihaknya tidak memiliki ranah untuk membawa korban pedofilia ke polisi.

Tak hanya korban, informasi mengenai pelaku dan saksi juga sudah disampaikannya. “Ini kejadiannya ada dan berulang, korbannya melakukan asesmen kepada Ibu Suryani. Dimana susahnya polisi untuk mencari. Dimana susahnya polisi untuk melanjutkan kasus ini,” ujar aktivis yang akrab disapa Ipung ini.

Menurut Ipung, korban pedofilia tidak akan berani untuk melapor. Namun, polisi memiliki cara dan kewenangan untuk memeriksa rekam jejak digital pelaku pedofilia.

Sebab, pelaku disebut telah mengancam anak-anak yang menjadi korban agar tidak bersuara. Padahal sebelumnya, ada seorang korban yang berani keluar dari ashram dan mendatangi orang yang dianggap bisa melindungi dan membongkar kasus ini.

Baca selengkapnya di BALIPOST.COM


BERITA TERKAIT