Tolak Minimarket, Warga Tuban Gelar Ritual Bucu Lima Kwintal
SUARABANYUURIP.COM | 19/05/2022 09:33
Tolak Minimarket, Warga Tuban Gelar Ritual Bucu Lima Kwintal
Warga Tuban Ritual Bucu Lima Kwintal Tolak Minimarket

SuaraBanyuurip.com, Tuban - Warga Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jatim menolak keberadaan minimarket Indomart dan Alfamart di wilayah desanya. Mereka beralasan pendirian tempat perdagangan modern itu, bakal mematikan usaha pedagang kecil dan pedagang kelontong. 

Aksi penolakan warga tepian   pantai utara (Pantura) Tuban yang berlangsung, Rabu (18/05/2022) mulai pukul 18.00 WIB tersebut, dalam bentuk menggelar ritual tumpengan tak jauh dari toko modern Indomart di desa setempat. Satu tumpeng, warga menyebut Bucu, ukuran 500 Kg dikelilingi tumpeng ukuran kecil tergelar di lantai dikelilingi warga. 

"Slametan dengan Bucu ini sebagai bentuk penolakan berdirinya Indomart dan Alfamart, karena akan mematikan pedagang kecil dan pedagang kelontong yang telah ada di desa kami," kata Kohar di samping sejumlah warga lain saat ditemui usai ritual. 

Puluhan warga berdatangan menyaksikan ritual yang dimulai sebelum adzan Isya' terdengar. Mereka berbaur dengan pengguna jalan yang sempat berhenti, melihat aksi damai warga itu. 

Perhelatan ritual tersebut dijaga aparat keamanan Polsek Jenu. Mereka tampak mengamankan lokasi, dan mengatur arus lalu lintas. 

Kendati terjadi aksi bernuansa religi, namun aktifitas perniagaan di Indomart berjalan seperti biasa. Transaksi di toko modern yang tak jauh dari perempatan jalan menuju obyek wisata Pantai Pasir Putih itu berlangsung lancar. 

Diperoleh informasi, saat ini telah ada satu unit Indomart beroperasi di Remen. Sedangkan  minimarket Alfamart dalam proses pendirian di desa tak jauh dari lokasi industri kimia PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) tersebut. 

Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Jenu, ungkap Ketua Komisi I DPRD Tuban Fahmi Fikroni, telah ada tiga unit Indomart, dan satu unit Alfamart. 

"Sesuai temuan di lapangan penolakan warga terjadi karena mereka dirugikan. Pedagang kecil dan kelontong paling terdampak dengan munculnya minimarket di wilayahnya," ujar tokoh masyarakat Jenu tersebut saat dimintai konfirmasi terpisah. 

Sehari sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Tuban, Agus Wijaya, saat dikonfirmasi terkait banyaknya minimarket berdiri di wilayah Tuban menyatakan, Pemkab Tuban tak bisa menolak pendirian minimarket apabila telah memenuhi persyaratan sesuai Perbup 19 tahun 2021. 

Dikatakan, maraknya berdiri minimarket belakangan setelah  moratorium ijin pendirian minimarket pada tahun 2019 lalu. Setelah itu ditata dengan Perbup 19 tahun 2021 tentang tentang Perubahan atas Perbup Nomor: 12 Tahun 2017 tentang Pedoman Perlindungan dan Pembinaan Pasar Tradisional, serta Penataan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. 

"Kita tetap menegakkan peraturan hukum, jika tak memenuhi persyaratan dalam Perbup akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku," kata Agus Wijaya.

 

suarabanyuurip.com


BERITA TERKAIT