Proyek Gas JTB Injury Time, DPRD Bojonegoro Ingatkan Tunggakan Tagihan Cepat Diselesaikan
SUARABANYUURIP.COM | 17/09/2021 06:06
Proyek Gas JTB Injury Time, DPRD Bojonegoro Ingatkan Tunggakan Tagihan Cepat Diselesaikan
Proyek Gas JTB Injury Time, DPRD Ingatkan Tunggakan Tagihan Cepat Diselesaikan

SuaraBanyuurip.com - Blora - DPRD Bojonegoro, Jawa Timur mengingatkan kontraktor pelaksana proyek Gas JTB untuk segera melunasi tunggakan tagihan (invoice) kepada pengusaha lokal Bojonegoro. Sebab, proyek yang berpusat di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem ini telah memasuki injury time.

 "Saya dengar proyek gas JTB sudah mencapai 90 persen, tapi masih banyak kontraktor lokal Bojonegoro, khususnya sekitar proyek yang belum dibayar pekerjaannya," ujar Anggota Komisi D DPRD Bojonegoro, M Suparno kepada suarabanyuurip.com, Jumat (17/9/2021).

Politisi PKB ini mengaku banyak mendapat keluhan dari pengusaha lokal yang terlibat di proyek Gas JTB tentang keterlambatan pembayaran tagihan. Waktu keterlambatan bervariasi mulai dari tiga sampai enam bulan.

 "Untuk jumlahnya ada yang 2 miliar rupiah, sampai empat miliar rupiah. Itu baru pengusaha katering. Belum yang mengerjakan pekerjaan lainnya," beber Suparno.

Akibat keterlambatan pembayaran ini, lanjut dia, banyak pengusaha sekitar yang menyuplai kebutuhan katering terpaksa menghentikan usahanya karena belum dibayar. 

"Mereka ini kan pengusaha kecil. Kalau pembayarannya tidak lancar ya mereka tidak bisa membeli bahan," tutur Suparno.

Oleh karena itu, politisi asal Desa Gayam, ring 1 Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu ini, meminta kepada mainkontraktor proyek Gas JTB segera melunasi tunggakan pembayaran kepada kontraktor lokal. Agar ketika mega proyek ini selesai tidak menyisakan masalah.

"Jangan sampai kejadian di proyek EPC Banyu Urip dulu terulang lagi. Saat proyek sudah selesai kontraktor pemberi pekerjaan sudah pergi dari Bojonegoro, tapi masih punya tunggakan kepada pengusaha lokal," ungkapnya.

Suparno juga menyarakan kepada kontraktor lokal yang tagihannya belum dibayar untuk menyiapkan kelengkapan administrasi.

"Sehingga tidak dijadikan alasan pemberi pekerjaan untuk menunda-menunda pembayaran," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Optimalisasi Kandungan Lokal Bojonegoro, Nurul Azizah mengatakan, Pemkab Bojonegoro siap memfasilitasi persoalan keterlambatan pembayaran tagihan yang membelit kontraktor lokal di proyek Gas JTB.

"Monggo dibuatkan surat ke Ibue (Bupati Bojonegoro) untuk difasilitasi penagihannya," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro ini, Kamis (16/9/2021) kemarin.(suko)

 

 


BERITA TERKAIT