Pemakaian Tanah Kas Desa untuk Migas Pad C Sukowati Belum Final
SUARABANYUURIP.COM | 19/06/2021 09:39
Pemakaian Tanah Kas Desa untuk Migas Pad C Sukowati Belum Final
Pemakaian Tanah Kas Desa untuk Migas Pad C Sukowati Belum Final

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Pemakaian tanah kas desa (TKD) milik Pemerintah Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur untuk pengembangan migas Pad C Sukowati oleh Pertamina EP Cepu Zona 11 belum final. Anak perusahaan plat merah ini belum menentukan lokasi sumur baru yang akan dieksplorasi.

"Setahu saya baru rencana  karena belum fix," ujar Kepala Desa Banjarsari, Fatkhul Huda dihubungi suarabanyuurip.com, Jumat (18/6/2021).

Menurut Huda, panggilan akrabnya, ada untung rugi jika Pertamina EP Zona 11 menggunakan TKD atau memakai lahan warga dalam pengembangan migas Pad C Sukowati.

Keuntungan yang diperoleh pemerintah desa adalah pengganti TKD lebih luas dari tanah yang dimaanfaatkan. Sedangkan kerugiannya, warga pemilik lahan tidak jadi menerima uang pembebasan lahan yang tentunya harganya di atas nilai jual objek pajak (NJOP) atau harganya di atas harga pasaran.

"Semua ada plus minusnya," ucap Huda.

Pengembangan migas Pad C Sukowati di Dusun Karang awalnya akan menggunakan lahan warga. Totalnya seluas 4 hektar (Ha), milik sekitar 23 pemilik lahan. Luas tersebut termasuk untuk akses jalan.

Khoirul Anam, salah satu ahli waris pemilik lahan, mengaku belum mengetahui jika Pertamina EP Cepu Zona 11 akan menggunakan TKD. Anam merupakan almarhum Kusnan yang memiliki lahan seluas 5.000 M2 yang masuk dalam peta pembebasan lahan pengembangan Pad C Sukowati.   

"Kalau itu benar, ini bisa memunculkan keresahan kepada pemilik lahan. Karena mereka sudah bersedia melepas lahannya hanya belum ada kesepakatan harga," ujar Anam dikonfirmasi terpisah.

Senior Officer Relations & CID Zona 11 Pertamina EP Cepu Ahmad Setiadi menjelaskan, rencana pengembangan sumur baru Pad C Sukowati menggunakan TKD. Untuk TKD ini prosesnya tukar guling dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa. Namun kepastian titik lokasi sumur baru belum pasti. Sosialisasi baru akan dilakukan ke warga terkait lokasi pengeboran minyak.

"Kepastian lokasi menunggu Pertamina EP Cepu Zona 11 sosialisasi ke warga. Sebab internal belum memutuskan terkait lokasi pengembangan sumur ini," katanya saat hearing dengan Komisi B DPRD Bojonegoro, Kamis (17/6/2021).

Dia mengatakan, akan segera sosialisasi ke warga atau pemegang kepentingan terkait pemilihan lokasi. Karena DPRD Bojonegoro juga meminta untuk segera sosialisasi lokasi eksplorasi.

"DPRD Bojonegoro juga sudah membantu sekali dari awal," ungkapnya.

Dia menambahkan, sesuai target dan jika tidak halangan administrasi di lapangan hasil minyak menurut hitungan normal yang berlaku 2024 mendatang sudag dapat dinikmati. Cadangan minyak yang akan dibor dari Banjarsari mencapai 1 sampai 3 juta barel. Akan tetapi ini tidak bisa diserap semua. Sebab, yang bisa dinikmati hanya 500 ribu sampai 1,5 juta barel.

"Tentu setelah RTRW disahkan saat ini masih proses izin," katanya.

Sesuai skenario awal pengembangan Pad C Sukowati akan menyedot minyak di bawah Alun-alun dan Pendapa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Teknisnya dengan cara dibor miring dari Dusun Karang, Desa sejauh sekitar 1,5 kilometer (KM). Pipa akan berada di bawah Sungai Bengawan Solo dengan kedalaman sekitar 30 meter. Pengeboran pipa berada di kedalaman sekitar 10.000 MD atau bawah tanah.(jk)