Reaktivasi Jalur KA di Bojonegoro Masih Dalam Kajian
SUARABANYUURIP.COM | 17/06/2021 20:20
Reaktivasi Jalur KA di Bojonegoro Masih Dalam Kajian
Reaktivasi Jalur KA di Bojonegoro Masih Dalam Kajian

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Guna mencukupi kebutuhan jalur rel kereta api (KA), Dinas Perhubungan (Dishub) di dua kabupaten, yakni Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur, masih melakukan kajian dan survey secara lebih terperinci.

Kepala Dishub Bojonegoro Andik Sudjarwo mengatakan, bahwa dalam mencukupi kebutuhan jalur rel KA, terdapat beberapa alternatif. Baik berupa pembukaan jalur rel KA baru, maupun reaktivasi jalur rel yang lama. Terkait hal tersebut, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan masih melakukan penelitian dan FS (Feasibility Study) atau studi kelayakan bersama dengan PT KAI (Kereta Api Indonesia).

"Reaktivasi ini jalurnya sudah ada, artinya jalur lama yang diaktifkan kembali. Cuman sekarang ini masih dalam proses penelitian, dianalisa oleh PT KAI dan Dirjen. Karena masih dikaji, jalur yang dilewati mulai dari Semarang apakah berhenti di Tuban ataukah sampai di Bojonegoro," terang Andik Sudjarwo kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (17/06/2021).

Sementara faktanya, lanjut Andik, eksisting jalur rel KA tersebut banyak yang sudah dialihfungsikan. Diantaranya menjadi jalan di pantura. Di Bojonegoro sendiri, jalur lama ada yang menjadi permukiman warga. Ada juga yang beralih fungsi layanan publik.

"Jalur eksisting yang ada di Bojonegoro ini panjangnya sekira lima kilometer. Mulai dari Stasiun, menyeberang Jalan Ahmad Yani, sampai ke jembatan kaliketek, itu dulu bekasnya rel KA. Tapi, tahapannya masih penelitian, baru sampai itu," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dishub Tuban, Gunadi, mengungkapkan, dalam rapat koordinasi teknis secara virtual tanggal 10 Juni 2021 bersama Dirjen Perkeretaapian Kemenhub tentang survey investigasi dan rancangan dasar jalur KA antara Semarang - Kudus - Juana - Lasem - Bojonegoro. Mengerucut pada arah Semarang - Rembang - Jatirogo - Tuban, dari survey awal sebelumnya yang muncul tiga jalur. Altenatif lainnya yaitu Semarang - Rembang - Tuban.

"Namun, kepastian jalur masih perlu survey yang lebih detail. Yang kemarin itu baru pembahasan Rembang-Tuban bagian barat, belum Tuban-Babat," tutupnya.(fin)